PSSI Perketat Pengawasan Sepak Bola Indonesia Usai Kerusuhan Suporter

PSSI Perketat Pengawasan Sepak Bola Indonesia Usai Kerusuhan Suporter
Foto: Ilustrasi PSSI Perketat Pengawasan Sepak Bola Indonesia Usai Kerusuhan Suporter.

Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan bahwa ekosistem sepak bola nasional masih berada dalam pengawasan ketat FIFA menyusul terjadinya kericuhan suporter di Sleman dan Jayapura pada akhir musim kompetisi kasta kedua, Sabtu lalu. Insiden tersebut memicu evaluasi mendalam terhadap regulasi keamanan stadion.

Dilansir dari Suara, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memberikan peringatan serius mengenai kondisi keamanan pasca insiden di Stadion Maguwoharjo dan Stadion Lukas Enembe. Kejadian ini kembali membangkitkan kekhawatiran atas standar keamanan sepak bola di tanah air.

Kericuhan di Sleman terjadi saat laga final Championship 2025/2026 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa. Meskipun pertandingan berakhir dengan kemenangan Garudayaksa lewat adu penalti 4-3, aksi penyalaan flare secara masif oleh suporter di tribun menjadi catatan merah bagi federasi.

"Dan ada reaksi setelah pertandingan, kita juga berharap semoga ini tidak terulang lagi," ujar Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Pihak federasi menekankan bahwa setiap elemen pendukung harus memiliki kedewasaan dalam menyikapi hasil akhir sebuah pertandingan di lapangan. Sportivitas menjadi kunci utama untuk menjaga citra sepak bola Indonesia di mata dunia.

"Kita berharap suporter bisa selalu dewasa dalam merayakan hasil pertandingan," tambah Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Sementara itu, situasi lebih buruk terjadi di Jayapura setelah Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa yang menyebabkan kegagalan promosi. Ribuan suporter dilaporkan melakukan perusakan fasilitas di Stadion Lukas Enembe hingga pembakaran kendaraan di area kompleks olahraga.

Yunus mengingatkan bahwa pengawasan FIFA merupakan dampak langsung dari Tragedi Kanjuruhan 2022. Federasi kini menuntut komitmen penuh dari suporter untuk berperilaku elegan demi kelancaran kompetisi di masa depan.

"Kita masih dalam pengawasan FIFA. Kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik, tentu dengan dukungan suporter yang sportif dan elegan," ujar Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Sebagai langkah antisipasi, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan melakukan kajian mendalam terkait aturan larangan kehadiran suporter tamu di stadion. Laporan dari operator liga akan menjadi dasar penentuan kebijakan untuk musim mendatang.

"Kita akan lihat perkembangannya. LIB akan menyampaikan laporan kepada PSSI untuk dikaji apakah aturan suporter tandang bisa dibuka atau tidak," kata Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Meskipun diwarnai sejumlah insiden keamanan di pekan penutup, PSSI menyatakan bahwa seluruh rangkaian kompetisi liga telah terselenggara hingga selesai. Evaluasi bersama dijadwalkan segera dilakukan untuk membahas nasib regulasi suporter tandang.

Artikel terkait

Rekomendasi