Sekjen PSSI Evaluasi Penyalangan Flare di Final Liga 2

Sekjen PSSI Evaluasi Penyalangan Flare di Final Liga 2
Foto: Ilustrasi Sekjen PSSI Evaluasi Penyalangan Flare di Final Liga 2.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyesalkan aksi penyalaan cerawat oleh suporter setelah pertandingan final Championship Liga 2 2025-2026 antara PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang yang menandai kemenangan Garudayaksa FC melalui adu penalti dengan skor 4-3. Pesta flare yang dilakukan pendukung PSS Sleman dari seluruh tribune mengakibatkan area stadion tertutup asap pekat, sebagaimana dilansir dari Bola.

Menanggapi perilaku tersebut, Yunus Nusi menegaskan pentingnya kedewasaan suporter dalam menyikapi hasil pertandingan. Pihaknya berencana melakukan evaluasi mendalam bersama pengelola liga terkait penyelenggaraan kompetisi musim ini.

"Ada reaksi setelah pertandingan, kami juga berharap semoga ini tidak terulang lagi," kata Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Penegasan ini disampaikan sebagai upaya untuk memperbaiki atmosfer pertandingan di masa mendatang. Ia berharap para pendukung klub dapat mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang lebih tertib.

"Tentu juga perlahan-lahan kita berharap kawan-kawan suporter untuk selalu dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan dan atau kekalahannya," jelas Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Kekhawatiran PSSI didasari oleh status sepak bola Indonesia yang saat ini masih dipantau secara ketat oleh federasi internasional. Sportivitas penonton menjadi elemen kunci dalam penilaian tersebut.

"Kita ingat masih dalam pengawasan FIFA, kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari sportivitas, elegan, yang diberikan oleh suporter masing-masing klub kepada sepak bola Indonesia dan kepada timnya," tutur Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Pihak federasi juga mendorong klub-klub untuk lebih aktif dalam melakukan pembinaan terhadap basis massa pendukung mereka. Hal ini bertujuan agar stadion menjadi tempat yang aman bagi seluruh kalangan, termasuk keluarga.

"Ke depan kita berharap khususnya menyangkut suporter, teman-teman klub untuk bersama-sama membina, bersama-sama saling menjaga agar ke depan pertandingan demi pertandingan ditonton oleh masyarakat umum, ditonton oleh keluarga dengan enak, dengan baik, tanpa ada keributan apa pun," jelas Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Selain masalah cerawat, PSSI akan mengundang pihak I.League untuk memberikan laporan menyeluruh mengenai jalannya kompetisi. Meskipun secara umum dinilai lancar, kerusuhan yang terjadi di Jayapura setelah Persipura gagal promosi tetap menjadi perhatian serius.

"Seperti biasa pasti akan ada undangan kepada I.League untuk menyampaikan laporan terhadap hasil dari perjalanan Liga 2 atau Championship ini," ujar Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Proses evaluasi ini akan menitikberatkan pada perbaikan kelemahan yang ditemukan sepanjang musim. Koordinasi antara federasi dan operator liga dilakukan untuk memastikan standar penyelenggaraan tetap terjaga.

"Yang pasti I.League akan menyampaikan laporan itu, kemudian akan dibahas bersama-sama apa kelemahan, apa yang telah terjadi dalam proses perjalanan pertandingan di Championship ini," kata Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Yunus tetap memberikan apresiasi terhadap keberlangsungan kompetisi kasta kedua tersebut meski terdapat beberapa kendala di lapangan. Ia berharap tren positif ini bisa terus dirawat untuk musim-musim berikutnya.

"Kita bersyukur setidaknya berjalan semua dengan lancar walaupun terjadi hal yang tidak kita inginkan di Jayapura dan tentu itu juga menjadi bahan evaluasi kita bersama-sama," ucap Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Federasi berkomitmen untuk mempertahankan kelancaran turnamen sebagai bagian dari pengembangan sepak bola nasional. Penyelenggaraan Championship Liga 2 dianggap telah memberikan tontonan yang kompetitif.

"Tetapi, secara keseluruhan kita bersyukur Championship berjalan dengan lancar dan tentu kita akan pelihara ini, kita akan rawat ini," ungkap Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Pada akhir pernyataannya, perwakilan PSSI tersebut memberikan selamat kepada tim yang berhasil mengamankan tiket promosi. Kehadiran klub-klub baru di kasta tertinggi diharapkan meningkatkan kualitas liga utama.

"Kami mengucapkan selamat kepada Garudayaksa, kepada PSS Sleman dan Adhyaksa selamat datang di Liga 1 atau Super League. Dan semoga ini akan menambah gairah atmosfer sepak bola Indonesia," ucap Yunus Nusi, Sekretaris Jenderal PSSI.

Artikel terkait

Rekomendasi