PSSI, melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji, telah mengumumkan target ambisius untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Memenangkan gelar utama menjadi misi penting federasi, yang berharap hal ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi skuad Garuda.
Turnamen Piala AFF 2026 akan berlangsung bulan depan, mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Ini merupakan pertama kalinya ajang tersebut digelar pada pertengahan tahun, menggantikan tradisi yang selalu diakhiri pada akhir tahun sebelumnya. Dalam turnamen ini, Timnas Indonesia akan berkompetisi di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Meski tidak dapat diperkuat dengan beberapa pemain yang berkarier di luar negeri, PSSI tetap mempersiapkan Timnas Indonesia dengan optimal. Target mereka adalah merebut gelar juara dalam ajang prestisius di Asia Tenggara tersebut. "Ingat ya, target kita tidak main-main. Kita ingin meraih juara AFF ini di level senior. Kami merindukan itu," ungkap Sumardji pada Selasa (2/6/2026).
Sumardji menekankan bahwa meraih gelar juara sangat didambakan oleh PSSI. Setelah kegagalan Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026, penting bagi tim untuk membangun kepercayaan publik yang sempat menurun. Timnas hampir mencapai babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, namun harus menghadapi kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
"Jujur saja, kami semua di PSSI sangat merindukan itu. Setelah kita tidak lolos ke Piala Dunia, kepercayaan publik terhadap timnas menurun. Realnya seperti itu," tambah Sumardji. "Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak kita ini memang layak untuk bisa diapresiasi dan layak mendapatkan tempat kembali seperti dulu lagi," lanjutnya.
Dukungan penggemar masih sangat dirindukan Timnas Indonesia, terutama saat berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. PSSi berharap kemenangan dapat mengembalikan antusiasme tersebut. "Kami merindukan punya fans yang betul-betul mengelu-elukan, punya fans yang ketika pertandingan di GBK mereka datang, di luar juga disempatkan datang. Kami merindukan seperti itu," ucap Sumardji.
Sebagai persiapan, Timnas Indonesia didukung dengan program latihan yang lebih panjang dari biasanya. Garuda menjalani dua pemusatan latihan, pertama pada Mei lalu dan selanjutnya awal Juli di Bali. "Jeda waktu kita cukup panjang karena liga mulai September, sementara AFF berlangsung Juli sampai Agustus. Jeda waktu yang cukup panjang dan anak-anak tidak ada kegiatan inilah yang kita manfaatkan untuk betul-betul mempersiapkan ini dengan sebaik-baiknya," jelas Sumardji.
Misi Timnas Indonesia untuk memenangi Piala AFF 2026 tidaklah mudah, terlebih catatan sejarah Garuda di ajang ini kurang menggembirakan. Skuad sering kali berakhir sebagai runner-up, dengan total enam kali mencapai final tanpa satu pun gelar juara.