PSSI Belum Cabut Larangan Suporter Tandang untuk Musim Depan

PSSI Belum Cabut Larangan Suporter Tandang untuk Musim Depan
Foto: Ilustrasi PSSI Belum Cabut Larangan Suporter Tandang untuk Musim Depan.

Federasi sepak bola Indonesia, PSSI, menyatakan bahwa kebijakan larangan bagi suporter untuk menghadiri pertandingan tandang atau away hingga kini belum dicabut. Keputusan mengenai keberlanjutan aturan ini untuk musim depan masih bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menunggu laporan penyelenggaraan kompetisi dari I.League selaku operator sepak bola nasional. Laporan tersebut akan menjadi basis kajian apakah regulasi ini perlu diperpanjang atau dihentikan, seperti dikutip dari Bola.

Pembatasan kehadiran suporter tim tamu telah diberlakukan sejak Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya transformasi tata kelola pertandingan sepak bola di tanah air yang sejalan dengan instruksi FIFA.

Aturan ini dipertegas dalam regulasi Super League 2025-2026, khususnya pada Pasal 5 ayat 7. Dalam ketentuan tersebut, disebutkan bahwa selama masa transisi transformasi, seluruh laga kompetisi nasional tidak diperbolehkan dihadiri oleh pendukung klub tamu.

Meskipun aturan sudah jelas, sejumlah pelanggaran masih ditemukan pada musim ini. Beberapa pertandingan tetap dihadiri suporter tamu yang berujung pada sanksi denda dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI bagi klub yang bersangkutan.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, klub memiliki tanggung jawab penuh jika pendukung mereka melanggar larangan kehadiran di stadion lawan. Selain itu, Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan juga memiliki kewajiban khusus berdasarkan Pasal 5 ayat 8.

Panpel diwajibkan menyusun langkah antisipasi terhadap potensi kedatangan suporter tamu. Perencanaan keselamatan dan keamanan yang dibuat harus mengacu pada Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021 untuk memastikan laga berjalan kondusif.

Evaluasi Menuju Keputusan Musim Depan

Terkait masa depan regulasi ini untuk musim mendatang, Yunus Nusi menekankan bahwa federasi tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Segala perkembangan selama penyelenggaraan I.League hingga babak Championship akan dipantau ketat.

"Yang jelas sampai dengan saat ini PSSI belum mencabut larangan tersebut dan kita minta kepada PT LIB untuk sesegera juga menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini pada proses penyelenggaraan I.League, Championship mulai dari awal sampai akhir," kata Yunus Nusi.

Pertimbangan PSSI mencakup berbagai insiden yang terjadi belakangan ini, termasuk kericuhan di babak playoff promosi Liga 2 serta penggunaan flare di partai final. Kejadian di Jayapura pasca-laga Persipura juga masuk dalam radar evaluasi federasi.

"Kita lihat perkembangannya seperti apa, I.League juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum juga Komite Eksekutif akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka suporter kandang dan tandang," tutur dia.

Hasil pembahasan internal PSSI nantinya akan dilaporkan kepada FIFA. Data dari awal hingga akhir musim akan menjadi landasan bagi badan sepak bola dunia tersebut dalam memberikan pertimbangan mengenai status larangan suporter tamu di Indonesia.

"Makanya kita setelah ini selesai Championship, I.League menyampaikan laporan, PSSI juga akan menyampaikan kepada FIFA tentang perkembangan mulai dari A sampai Z kejadian, termasuk terakhir kejadian yang terjadi di Jayapura usai laga Persipura," ungkap Yunus Nusi.

Artikel terkait

Rekomendasi