Fase liga Championship 2025-2026 resmi berakhir setelah sepuluh pertandingan pamungkas digelar pada 2-3 Mei 2026. PSS Sleman menjadi tim yang memastikan diri naik kasta mengikuti jejak Garudayaksa.
Kepastian promosi Laskar Sembada ke Super League 2025-2026 didapat setelah menumbangkan PSIS Semarang. Dilansir dari Bola, kemenangan telak 3-0 tersebut diraih di Stadion Maguwoharjo pada Minggu (3/5/2026).
Persaingan menuju kasta tertinggi kini menyisakan satu tiket terakhir. Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC dijadwalkan akan saling berhadapan melalui babak playoff untuk memperebutkan jatah promosi tersebut.
Nasib berbeda dialami oleh tim-tim di papan bawah klasemen. Babak playoff degradasi akan mempertemukan Persekat Tegal melawan Persiba Balikpapan guna menentukan siapa yang berhak bertahan di Championship musim depan.
Sebanyak 12 klub dipastikan tetap berkompetisi di Championship musim mendatang. Rinciannya terdiri dari enam tim yang berasal dari Grup A dan enam tim lainnya dari Grup B.
Namun, duka menyelimuti Sriwijaya FC dan Pesipal Palu yang harus terlempar ke Liga Nusantara. Sriwijaya FC mengakhiri musim sebagai juru kunci Grup A, sedangkan Pesipal Palu terpuruk di dasar klasemen Grup B.
Penampilan Laskar Wong Kito sepanjang musim ini menjadi sorotan tajam. Tim bersejarah asal Palembang tersebut mencatatkan statistik yang sangat memprihatinkan baik dari sisi perolehan poin maupun jumlah kebobolan.
Hanya Meraih Dua Poin dalam Semusim
Sriwijaya FC tercatat hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari total 27 pertandingan yang dijalani. Sepanjang satu musim penuh, mereka menelan 25 kekalahan dan hanya meraih dua hasil imbang.
Dua poin tersebut didapat saat menahan imbang Persikad Depok 3-3 di Stadion Pakansari pada 22 September 2025. Hasil imbang kedua diraih saat melawan Sumsel United dengan skor 1-1 pada 2 November 2025.
Pada laga terakhirnya, Sriwijaya FC kembali menelan pil pahit. Mereka dipaksa menyerah dengan skor 0-4 saat menghadapi Adhyaksa FC dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (2/5/2026).
Lini pertahanan Sriwijaya FC menjadi titik terlemah dengan catatan 93 kali kebobolan dalam semusim. Di sisi lain, lini serang mereka hanya mampu menyarangkan 15 gol ke gawang lawan.
Akumulasi statistik tersebut membuat Sriwijaya FC memiliki selisih gol mencapai -78. Kekalahan terbesar diderita saat dibantai Adhyaksa FC dengan skor mencolok 0-15.
Adhyaksa FC menjadi lawan yang paling menakutkan bagi pertahanan Laskar Wong Kito. Dari tiga pertemuan musim ini, klub tersebut berhasil menyarangkan total 20 gol ke gawang Sriwijaya FC.