PSS Sleman Promosi ke Super League Picu Kembalinya Derbi Mataram

PSS Sleman Promosi ke Super League Picu Kembalinya Derbi Mataram
Foto: Ilustrasi PSS Sleman Promosi ke Super League Picu Kembalinya Derbi Mataram.

Kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi Liga Indonesia pada musim 2026-2027 dipastikan akan menghidupkan kembali rivalitas Derbi Mataram melawan PSIM Yogyakarta. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Elang Jawa tersebut sukses mengamankan posisi sebagai juara Grup 2 Championship 2025-2026, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pertemuan sarat gengsi antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta ini telah lama tidak tersaji di kompetisi level teratas. Catatan sejarah menunjukkan bahwa duel panas kedua tim terakhir kali terjadi pada ajang Liga 2 musim 2018, di mana kedua tim saling mengalahkan dalam dua pertemuan di babak penyisihan grup.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyambut positif keberhasilan PSS Sleman naik kasta. Pria asal Belanda tersebut saat ini sedang dalam tahap akhir negosiasi untuk memperpanjang masa baktinya bersama Laskar Mataram selama satu musim ke depan.

"Saya sedang bernegosiasi dengan PSIM untuk perpanjangan kontrak dan kami hampir menyelesaikan bagian itu. Jadi, saya kemungkinan besar akan bertahan satu tahun lagi,ÔÇØ kata Van Gastel.

Keberhasilan PSS memicu antusiasme Van Gastel karena adanya sosok Pieter Huistra yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik di klub tersebut. Van Gastel menilai kehadiran koleganya sesama pelatih asal Belanda itu memberikan dampak positif bagi perkembangan tim rival.

ÔÇ£Mengenai PSS (promosi), sangat menyenangkan bahwa kolega saya, kolega asal Belanda (Huistra) adalah direktur teknik di sana saat mereka promosi,ÔÇØ tutur Van Gastel.

Antisipasi terhadap laga derbi musim depan menjadi fokus utama sang pelatih dalam menyambut kompetisi mendatang. Ia memprediksi atmosfer sepak bola di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta akan semakin meningkat dengan adanya dua wakil di kasta tertinggi.

ÔÇ£Saya rasa untuk musim depan, akan ada derbi yang indah lagi setelah sekian lama. Jadi, saya sudah menantikan pertandingan-pertandingan tersebut,ÔÇØ papar Van Gastel.

Kesiapan PSIM Yogyakarta untuk menghadapi derbi musim depan juga didukung dengan keberhasilan mereka bertahan di divisi utama. Kepastian posisi PSIM didapat setelah Persis Solo menelan kekalahan 2-5 dari Malut United, yang secara matematis mengamankan posisi Ze Valente dan kawan-kawan dari zona degradasi.

ÔÇ£Menurut saya, bagi wilayah di sekitar Jogja, sangat bagus melihat mereka kembali,ÔÇØ ujar Van Gastel.

Pihak manajemen kini mulai mempertimbangkan penggunaan Stadion Maguwoharjo, Mandala Krida, atau Sultan Agung sebagai lokasi pertandingan derbi tersebut. Fokus tim saat ini adalah menyelesaikan musim dengan baik sebelum mempersiapkan skuad untuk menghadapi tantangan musim depan.

ÔÇ£Target kami adalah tidak terdegradasi musim ini dan karena hasil (Persis) Solo kemarin (kalah 2-5 dari Malut United), secara resmi kami tetap bertahan di liga tertinggi,ÔÇØ ucap Van Gastel.

Artikel terkait

Rekomendasi