PSS Sleman menargetkan kemenangan penuh saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo pada Minggu, 3 Mei 2026, dalam laga penentu promosi Liga 2. Pertandingan pekan ke-27 ini menjadi kesempatan terakhir bagi skuad asuhan Ansyari Lubis untuk mengunci status juara Grup Timur.
Klub berjuluk Super Elang Jawa saat ini menduduki puncak klasemen Grup 2 dengan perolehan 53 poin sebagaimana dilansir dari Bola. Jumlah poin tersebut serupa dengan koleksi Persipura Jayapura yang menempel ketat di posisi kedua klasemen sementara.
Sesuai regulasi kompetisi musim 2025-2026, hanya tim yang mengakhiri musim sebagai pemimpin klasemen yang berhak mendapatkan tiket promosi langsung tanpa melewati fase playoff. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, meminta anak asuhnya untuk tampil dominan sejak menit pertama guna mengamankan poin krusial tersebut.
"Yang pasti, kita harus bermain all out sejak awal pertandingan," kata Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.
Mantan penggawa Tim Nasional Indonesia tersebut menegaskan bahwa intensitas tinggi sangat diperlukan sepanjang laga agar seluruh pemain berkontribusi maksimal dalam setiap momen di lapangan.
"Tidak boleh ada pemain yang bermain setengah hati atau sekadar berjalan di lapangan. Semua harus aktif terlibat dalam setiap fase permainan," tambah Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.
Strategi tekanan tinggi atau high pressing menjadi instruksi utama bagi para pemain PSS untuk meredam perlawanan tim tamu sejak fase awal laga.
"Kita akan mencoba mengambil inisiatif sejak menit-menit awal dengan memberikan tekanan tinggi kepada lawan," tutur Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.
Di sisi lain, PSIS Semarang diprediksi tampil tanpa beban karena posisi mereka sudah dipastikan aman untuk tetap bertahan di kompetisi kasta kedua musim depan. Keberanian lawan dalam membangun serangan menjadi kewaspadaan tersendiri bagi pihak tuan rumah.
Staf pelatih PSS telah menganalisis performa terbaru Laskar Mahesa Jenar, terutama saat mereka berhasil menumbangkan Kendal Tornado FC pada pertandingan sebelumnya.
"Terakhir kita melihat mereka saat menghadapi Kendal Tornado FC. PSIS menunjukkan kualitas yang cukup baik," ungkap Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.
Lubis memberikan perhatian khusus pada kemampuan transisi dan penyelesaian akhir pemain depan PSIS yang dinilai cukup efektif dalam memanfaatkan celah di pertahanan lawan.
"Mereka mampu bermain dengan berani dalam menguasai bola, berani membangun serangan dari berbagai lini, serta memiliki penyerang yang cukup tajam dalam memanfaatkan peluang," jelas Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.
Faktor produktivitas gol dan catatan pertemuan kedua tim diprediksi akan sangat menentukan jika pada akhirnya PSS dan Persipura memiliki poin yang sama di penghujung liga.
"PSIS juga memiliki kualitas permainan yang bagus, tetapi kita juga punya kualitas yang sama," kata Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.
Pertarungan strategi di pinggir lapangan diyakini menjadi kunci utama bagi tim yang ingin keluar sebagai pemenang dalam duel krusial di Sleman tersebut.
"Jadi saya kira siapa yang bisa bermain lebih baik akan meraih kemenangan di pertandingan," pungkas Ansyari Lubis, Pelatih Kepala PSS Sleman.