PSIM Yogyakarta menelan kekalahan tipis 0-1 saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis. Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak oleh Aleksa Andrejic pada menit ke-6 dalam laga pekan ke-30 tersebut.
Hasil negatif ini memperburuk catatan Laskar Mataram yang kini gagal memetik kemenangan dalam tujuh pertandingan berturut-turut. Dilansir dari Suara, klub kebanggaan Yogyakarta ini hanya mampu mencatatkan satu kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir mereka di kompetisi resmi.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan bahwa permasalahan utama timnya terletak pada ketidakmampuan pemain dalam mengonversi peluang menjadi gol. Meskipun mendominasi jalannya pertandingan, koordinasi di area pertahanan lawan dinilai masih sangat kurang efektif.
"Kita selalu dapat kesulitan dalam penyelesaian akhir dari peluang yang ada. Ini yang jadi masalah," kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi I.League.
Kekalahan ini membuat PSIM tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan perolehan 39 poin dari 30 laga. Posisi mereka ditempel ketat oleh Arema FC yang memiliki jumlah poin sama di peringkat ke-10 klasemen.
Dalam jalannya laga, PSIM sebenarnya berpeluang kebobolan lebih banyak jika kiper Cahya Supriadi tidak tampil impresif. Penjaga gawang tersebut berhasil menepis tendangan penalti pemain Persita, Pablo Ganet, pada menit ke-84 untuk menjaga skor tetap 0-1.
"Kita sudah mencoba merespons yang terjadi. Kita juga sempat dapat hukuman penalti, namun beruntung bisa digagalkan oleh Cahya (Supriadi). Yang pasti, hasil laga ini adalah mengecewakan," kata Van Gastel.
Satu-satunya kemenangan yang diraih PSIM dalam periode panjang ini hanyalah saat menghadapi PSBS Biak yang menghuni dasar klasemen. Ujian berat selanjutnya menanti PSIM saat mereka dijadwalkan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Senin, 4 Mei 2026.