Manajemen PSIM Jogja resmi mengantongi status granted untuk lisensi kompetisi Super League musim 2025/2026 pada Kamis (14/5/2026). Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis klub berjuluk Laskar Mataram tersebut untuk memenuhi regulasi profesional dan menghindari ancaman sanksi pengurangan poin pada musim mendatang.
Kepastian mengenai status lisensi tersebut diumumkan setelah melalui rangkaian proses Club Licensing Cycle 2025/2026. Keberhasilan ini menandai kesiapan PSIM Jogja dalam berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah sekian lama absen, sebagaimana dilansir dari Suara.
General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, menyatakan bahwa pemenuhan lisensi menjadi fokus utama manajemen pada tahun pertama kembalinya klub ke level teratas. Pihaknya menitikberatkan pada penataan kebutuhan jangka pendek demi stabilitas organisasi.
"Sebagai tim yang baru kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah sekian lama, fokus utama manajemen PSIM Jogja di tahun pertama ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan Club Licensing untuk Super League musim 2025/2026," ungkap Steven.
Manajemen mengaku bersyukur atas hasil positif dari proses panjang yang telah dilalui tim. Keberhasilan ini dipandang sebagai fondasi penting bagi perjalanan klub ke depan.
"Puji syukur, proses panjang tersebut membuahkan hasil positif dan kami berhasil mendapatkan status Granted untuk lisensi Super League," tambah Steven.
Pihak manajemen juga menekankan komitmennya untuk selalu mengikuti perkembangan standar lisensi sepak bola yang terus berubah. Steven menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan hal yang tidak dapat ditawar oleh pengelola klub.
"Pemenuhan standar lisensi ini adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Kami sangat menyadari bahwa ada konsekuensi serius, yakni pengurangan poin di kompetisi, jika klub sampai gagal memenuhinya," tutur Steven.
Proses administrasi ini dijalankan secara beriringan dengan jalannya kompetisi pada musim berjalan. Evaluasi sistem dilakukan secara rutin mengingat adanya peningkatan standar kelayakan pada setiap musim kompetisi baru.
"Kelulusan lisensi yang kami ajukan pada siklus 2025/2026 ini adalah jaminan kelayakan kami untuk mengarungi kompetisi di musim 2026/2027 mendatang," jelas Steven.
Mengenai prospek kompetisi di level internasional, PSIM Jogja memilih untuk bersikap realistis terhadap keterbatasan kuota Asia. Fokus saat ini dialihkan pada penguatan struktur internal agar beban finansial maupun teknis klub tetap terjaga.
"Terkait peluang di kompetisi tingkat Asia, kami melihat bahwa alokasi slot untuk musim 2026/2027 masih sangat terbatas. Oleh karena itu, langkah paling bijak bagi manajemen saat ini adalah berfokus pada penguatan fondasi dan stabilitas internal tim terlebih dahulu agar tidak membebani klub," papar Steven.
Sebagai rencana jangka menengah, manajemen telah menyusun peta jalan untuk meningkatkan level lisensi klub secara bertahap. PSIM menargetkan untuk memulai tahapan asesmen internasional pada siklus pengajuan berikutnya.
"Untuk siklus pengajuan lisensi musim depan (2026/2027), PSIM berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2, guna membuka kelayakan partisipasi kompetisi Asia untuk musim 2027/2028," pungkas Steven.