PSIM Goes to Campus Vol. 2 di UGM: Bekali Mahasiswa Ilmu Industri Olahraga Terbaru 2026

PSIM Goes to Campus Vol. 2 di UGM: Bekali Mahasiswa Ilmu Industri Olahraga Terbaru 2026
Foto: PSIM Goes to Campus Vol. 2 di UGM: Bekali Mahasiswa Ilmu Industri Olahraga Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

PSIM Yogyakarta terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui inisiatif PSIM Goes to Campus (GTC). Program edukatif ini kembali hadir dalam volume kedua yang menyasar para mahasiswa di Yogyakarta.

Klub sepak bola yang dikenal dengan julukan Laskar Mataram tersebut menyelenggarakan GTC Chapter UGM Volume 2 di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Acara yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) ini menjadi sarana penghubung antara dunia akademik dan industri olahraga profesional.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luar biasa dan sambutan hangat dari para mahasiswa di lingkungan kampus UGM. Peserta tidak hanya datang dari Fakultas Teknologi Pertanian saja, tetapi juga dari berbagai fakultas lain yang memiliki minat pada manajemen olahraga.

Tampak hadir pula sejumlah perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta anggota berbagai komunitas kampus yang ingin mendalami operasional klub sepak bola. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa industri olahraga kini semakin diminati sebagai jalur karier masa depan.

Fokus pada Manajemen Acara dan Penggalangan Dana

Pada edisi kali ini, PSIM Yogyakarta mengusung tema khusus yang bertajuk 'Event and Fundraising'. Tema ini dipilih untuk memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai cara mengelola industri olahraga modern secara profesional.

Selain mempelajari aspek teknis dalam penyelenggaraan acara, para peserta juga diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya membangun jaringan kerja (networking). Hal ini dianggap krusial agar mahasiswa siap terjun ke dunia profesional setelah menyelesaikan studi mereka.

Liana Tasno selaku Direktur Utama PSIM Yogyakarta hadir secara langsung sebagai pembicara utama dalam forum tersebut. Kehadirannya memberikan nilai tambah bagi para mahasiswa yang ingin mendengar perspektif langsung dari seorang praktisi tingkat atas.

Dalam pemaparannya, Liana menekankan bahwa tantangan di masa depan menuntut generasi muda untuk tidak hanya memiliki kompetensi teknis saja. Ia menegaskan pentingnya memiliki tujuan yang jelas dan integritas yang kuat dalam meniti karier di bidang apa pun.

Beberapa poin utama yang ditekankan Liana Tasno dalam kesempatan tersebut antara lain:

  • Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang bergerak tidak hanya atas dasar minat atau passion, tetapi juga memiliki tujuan yang terarah atau purpose.
  • Pentingnya memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan praktis yang solid sebagai fondasi utama seorang profesional.
  • Penerapan pola pikir kepemimpinan atau leadership mindset dalam setiap tingkatan pekerjaan.
  • Integritas harus tetap dijunjung tinggi karena menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan di dunia industri.

Liana juga menambahkan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas individu-individu yang memiliki kompetensi sekaligus karakter yang baik. Pesan ini diharapkan mampu memotivasi para mahasiswa UGM untuk terus mengasah kemampuan mereka sejak dini.

Kolaborasi Strategis dan Interaksi Langsung

Keberhasilan pelaksanaan PSIM Goes to Campus Vol. 2 ini tidak lepas dari dukungan berbagai mitra strategis yang memiliki visi serupa dalam edukasi. Sejumlah sponsor ternama turut memberikan dukungan penuh demi kelancaran agenda besar Laskar Mataram ini.

Daftar merek yang berpartisipasi dalam mendukung kegiatan edukatif ini mencakup nama-nama besar di pasar nasional. Dukungan kolektif ini membuktikan bahwa sinergi antara klub olahraga dan sektor swasta dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat luas.

Berikut adalah daftar mitra strategis yang mendukung penuh jalannya acara GTC Vol. 2 UGM:

Kategori Dukungan Nama Mitra / Sponsor
Produk Kesehatan & Perawatan Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona
Makanan & Minuman Taro, Le Minerale
Layanan Media & Hiburan Vidio

Kehadiran para sponsor tersebut tidak hanya sekadar formalitas, namun juga memperkaya pengalaman belajar bagi seluruh peserta yang hadir. Berbagai produk dan layanan dari mitra tersebut diintegrasikan ke dalam rangkaian acara agar suasana belajar menjadi lebih interaktif.

Salah satu sesi yang paling dinanti oleh para peserta adalah 'Meet and Greet by Rexona' yang dikemas secara eksklusif. Sesi ini memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi lebih dekat dan berdialog secara privat dengan Liana Tasno mengenai tantangan di industri sepak bola.

Selama sesi diskusi, topik mengenai penggalangan dana atau fundraising menjadi bahasan yang paling banyak memicu pertanyaan dari peserta. Liana kemudian membagikan rahasia dan filosofi dasar dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan antara klub dan sponsor.

Filosofi Fundraising dalam Industri Olahraga

Liana menjelaskan kepada para mahasiswa bahwa proses fundraising jangan hanya dipandang sebagai aktivitas mencari dana atau modal semata. Menurutnya, ada aspek-aspek emosional dan strategis yang jauh lebih mendalam di balik kesepakatan kerjasama tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa ketika sebuah perusahaan atau mitra memutuskan untuk menyepakati kontrak sponsor, mereka sebenarnya menginvestasikan sumber daya mereka untuk lima hal fundamental. Pemahaman inilah yang harus dimiliki oleh para calon praktisi manajemen acara di masa depan.

Lima aspek utama yang menjadi dasar dalam kerjasama sponsor menurut Liana Tasno:

  • Kepercayaan (Trust): Keyakinan mitra bahwa pengelola acara mampu menjalankan komitmen dengan profesional.
  • Audiens (Audience): Jangkauan orang-orang yang akan melihat atau terpapar oleh pesan dari sponsor.
  • Komunitas (Community): Kedekatan emosional dan basis massa yang loyal terhadap klub atau penyelenggara.
  • Narasi (Storytelling): Kemampuan mengemas sebuah pesan menjadi cerita yang menarik dan relevan bagi publik.
  • Asosiasi Emosional: Kaitan perasaan positif antara brand sponsor dengan identitas klub atau acara yang didukung.

Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan para peserta selama forum berlangsung, manajemen PSIM bersama sponsor memberikan sejumlah hadiah menarik. Hadiah tersebut meliputi jersey resmi PSIM Yogyakarta musim 2025/2026 serta berbagai cinderamata spesial lainnya.

Menutup sesi berbagi ilmu tersebut, Liana Tasno berpesan agar para mahasiswa tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah didapat. Ia mendorong generasi muda untuk mulai membangun pola kerja profesional sejak masih duduk di bangku kuliah.

Liana berharap diskusi ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk bekerja dengan dedikasi penuh di masa depan. Ia menekankan kembali bahwa kombinasi antara gairah kerja dan tujuan hidup yang jelas akan menjadi pembeda utama dalam kesuksesan karier mereka.

Kegiatan PSIM Goes to Campus ini diharapkan dapat terus berlanjut ke berbagai perguruan tinggi lainnya di masa mendatang. Dengan demikian, mata rantai antara industri olahraga nasional dan dunia pendidikan dapat terjalin semakin kuat demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi