Paris Saint-Germain bakal menghadapi Arsenal dalam laga final Liga Champions di Puskas Arena pada Sabtu, 30 Mei 2026, demi misi mempertahankan takhta juara. Dilansir dari Suara, Les Parisiens berpeluang menjadi klub pertama di era modern setelah Real Madrid yang mampu memenangi kompetisi ini secara beruntun.
Klub asal Prancis tersebut tercatat telah tampil di final sebanyak tiga kali sejak tahun 2020. Catatan ini termasuk kesuksesan meraih trofi pada musim lalu setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di Allianz Arena.
Winger Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan tim untuk kembali mencetak sejarah baru di kompetisi antarklub tertinggi Eropa ini.
"Semua ini sangat penting, dan kami memahami bahwa kami adalah juara bertahan serta bisa menang lagi," kata Khvicha Kvaratskhelia, Winger Paris Saint-Germain kepada UEFA.
Pemain asal Georgia tersebut tidak memungkiri bahwa timnya sempat melewati masa-masa sulit di awal musim. Hal itu dipicu oleh padatnya jadwal pertandingan serta waktu pemulihan yang sangat minim bagi para pemain.
"Awalnya kami kesulitan, tetapi di tengah musim kami sadar bisa melakukan apa yang kami kuasai. Kami bermain selaras, terus menang dan berhasil mencapai final," ujar Khvicha Kvaratskhelia, Winger Paris Saint-Germain.
Kvaratskhelia menjadi figur sentral kelolosan PSG lewat kontribusi tujuh gol dan tiga assist di fase gugur musim ini. Penyerang berusia 25 tahun itu juga menjadi pemain pertama yang selalu mencetak gol atau assist dalam tujuh laga fase gugur secara berturut-turut.
Meski memiliki rekor pertemuan positif atas Arsenal di semifinal musim lalu, peluang PSG untuk mengulang prestasi treble winner dipastikan sudah tertutup. Langkah mereka di kompetisi domestik terhenti lebih awal setelah gugur pada babak 32 besar Coupe de France.