Paris Saint-Germain Tahan Imbang Bayern Munich Melalui Skema Pertahanan Man-to-Man

Paris Saint-Germain Tahan Imbang Bayern Munich Melalui Skema Pertahanan Man-to-Man
Foto: Ilustrasi Paris Saint-Germain Tahan Imbang Bayern Munich Melalui Skema Pertahanan Man-to-Man.

Paris Saint-Germain (PSG) sukses mencuri satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bayern Munich dalam laga tandang di Allianz Stadium pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. Pertahanan solid tim asuhan Luis Enrique menjadi kunci utama meredam agresivitas tuan rumah sepanjang pertandingan.

Gol pembuka keunggulan Les Parisiens dicetak oleh Ousmane Dembele sebelum akhirnya Harry Kane menyamakan kedudukan bagi Bayern Munich. Meski berada dalam tekanan besar, PSG mampu menjaga skor tetap imbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Berdasarkan data UEFA yang dilansir dari Detik Sport, Bayern Munich mendominasi penguasaan bola hingga 62 persen dengan total 18 tembakan. Namun, efektivitas serangan PSG terlihat dari tujuh tembakan tepat sasaran berbanding enam milik Die Roten.

Mantan pemain Manchester City, Nedum Onuoha, melontarkan pujian atas kedisiplinan Marquinhos dan kawan-kawan dalam menjalankan instruksi taktikal. Ia menilai PSG tidak hanya sekadar menumpuk pemain di area pertahanan sendiri untuk menghindari kekalahan.

"Saya sangat terkesan dengan pertahanan PSG malam ini. Etos kerja mereka sungguh luar biasa," kata Onuoha seperti dikabarkan oleh BBC.

Penilaian tersebut didasari pada komitmen para pemain PSG yang langsung bekerja keras mengamankan area pertahanan setelah berhasil mencetak gol lebih dulu di awal laga. Onuoha menegaskan bahwa taktik yang diterapkan bukan merupakan strategi bertahan pasif.

"Setelah awal yang cepat melalui gol yang mereka cetak, ada komitmen yang begitu besar di seluruh area lapangan untuk bertahan dengan benar, dan bukan dengan cara yang sekadar parkir bus," ujar Onuoha.

Menurut Onuoha, keberhasilan PSG meredam kreativitas Bayern Munich terletak pada sistem penjagaan individu yang dilakukan oleh seluruh pemain di setiap posisi. Hal ini membuat tim lawan kesulitan membangun serangan secara bebas seperti pada pertemuan sebelumnya.

"Sebaliknya, mereka menerapkan penjagaan man-to-man dan berusaha memenangkan setiap duel di segala lini-ini tidak hanya dilakukan oleh para bek, tetapi juga pemain tengah, penyerang, singkatnya semua orang. Menurut saya, setiap pemain menjalankan perannya dengan sangat apik dan konsekuensinya, Bayern tidak sekreatif seperti tim yang kita lihat seminggu lalu," kata dia menambahkan.

Artikel terkait

Rekomendasi