Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke babak final Liga Champions 2025/2026 setelah menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat skor 6-5 di Allianz Arena pada Rabu malam. Bayern hanya mampu bermain imbang 1-1 pada leg kedua semifinal tersebut sebagaimana dilansir dari Suara.
Hasil imbang di markas sendiri membuat klub berjuluk Die Roten tersebut gagal membalikkan keadaan setelah tertinggal agregat pada pertemuan sebelumnya. Kemenangan agregat tipis ini membawa PSG ke partai puncak yang akan diselenggarakan di Budapest pada 30 Mei mendatang untuk menghadapi tantangan dari wakil Inggris, Arsenal FC.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, memberikan pandangannya mengenai ketatnya persaingan antara kedua tim dalam beberapa musim terakhir. Ia menilai kekuatan kedua kesebelasan saat ini berada pada level yang sangat kompetitif dan sering kali ditentukan oleh aspek-aspek kecil di lapangan.
"Ini adalah pertandingan yang ditentukan oleh detail," ujar Kompany kepada TNT Sports usai laga.
Mantan kapten Manchester City tersebut merujuk pada catatan statistik pertemuan yang menunjukkan dominasi yang silih berganti antara raksasa Jerman dan Prancis tersebut. Ia menegaskan bahwa kedua tim memiliki kualitas yang setara berdasarkan hasil-hasil pertandingan sebelumnya.
"Saya pikir kami sudah lima kali menghadapi PSG dalam dua tahun terakhir. Kami menang dua kali, mereka menang dua kali, dan sekarang imbang," lanjut Kompany.
Kompany berpendapat bahwa rivalitas ini menunjukkan konsistensi kedua klub di level tertinggi Eropa. Menurutnya, pertemuan antara Bayern dan PSG selalu menghadirkan intensitas yang serupa tanpa ada satu pihak yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan secara mutlak.
"Jadi, ini memang tipe pertandingan yang selalu sama," kata Kompany.
Selain membahas performa tim, juru taktik asal Belgia tersebut menyoroti kinerja ofisial pertandingan. Kubu tuan rumah merasa dirugikan oleh dua insiden dugaan pelanggaran handball oleh Nuno Mendes pada menit ke-30 dan Joao Neves yang tidak ditinjau melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR).
"Kami harus melihat kembali beberapa momen yang diputuskan ofisial dalam dua pertandingan ini," tegas Kompany.
Meskipun menaruh perhatian besar pada keputusan wasit, Kompany tidak ingin menjadikannya sebagai satu-satunya faktor penyebab kegagalan timnya melangkah ke final. Ia menekankan bahwa kejelasan keputusan dalam laga krusial sangat berdampak pada hasil akhir pertandingan.
"Hal itu bukan alasan untuk segalanya, tetapi sangat penting," tambah Kompany.
Dalam jalannya laga, PSG sempat membungkam pendukung tuan rumah melalui gol Ousmane Dembele yang memanfaatkan umpan matang Khvicha Kvaratskhelia. Harry Kane sempat menghidupkan asa Bayern lewat gol sundulan pada masa injury time, namun waktu yang tersisa tidak cukup untuk menambah keunggulan agregat. Kekalahan ini memastikan Bayern gagal mengulang prestasi treble winner mereka di musim ini.