Paris Saint-Germain Singkirkan Bayern Munich dari Liga Champions

Paris Saint-Germain Singkirkan Bayern Munich dari Liga Champions
Foto: Ilustrasi Paris Saint-Germain Singkirkan Bayern Munich dari Liga Champions.

Langkah Bayern Munich di Liga Champions 2025/2026 terhenti setelah kalah agregat 6-5 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada Rabu, 6 Mei 2026. Hasil ini membawa klub asal Prancis tersebut melaju ke babak final untuk menantang Arsenal di Puskas Arena.

Kekalahan tipis tersebut memicu reaksi keras dari pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, yang menyoroti sejumlah keputusan pengadil lapangan. Dilansir dari Suara, raksasa Jerman itu merasa dirugikan akibat kegagalan wasit memberikan penalti serta keputusan disipliner terhadap pemain lawan.

Salah satu poin keberatan utama adalah insiden yang melibatkan Joao Neves di dalam kotak penalti saat bola hasil sapuan Vitinha mengenai tangannya. Selain itu, pihak Bayern menilai bek PSG, Nuno Mendes, seharusnya mendapatkan kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Konrad Laimer.

Manajer Bayern Munich, Vincent Kompany, menyatakan keraguannya terhadap interpretasi aturan yang diterapkan wasit saat berbicara kepada TNT Sports. Ia merujuk pada perbedaan perlakuan terhadap dua situasi handball yang terjadi selama pertandingan berlangsung.

"Saya memahami aturan soal handball pada situasi pertama. Bola lebih dulu mengenai badannya lalu tangannya, sudutnya sangat dekat, dan mereka mengatakan penalti diberikan karena arah umpan silang," ujar Kompany, Pelatih Bayern Munich.

Mantan kapten Manchester City tersebut kemudian membandingkan insiden tersebut dengan kejadian kedua yang melibatkan tangan Joao Neves di area terlarang. Ia merasa alasan yang diberikan petugas pertandingan tidak masuk akal mengingat dampaknya terhadap hasil akhir laga.

"Namun pada situasi kedua, tangan Joao Neves berada di udara dan bola mengenainya. Karena bola berasal dari rekan setimnya sendiri, itu dianggap bukan penalti," kata Kompany, Pelatih Bayern Munich.

Pelatih asal Belgia ini menegaskan bahwa meski keputusan tersebut tidak merangkum seluruh jalannya laga, selisih satu gol menjadi sangat krusial dalam menentukan tim yang lolos. Ia menyebut situasi yang terjadi di lapangan sebagai sesuatu yang konyol.

"Tapi kalau melihat kedua situasi itu dengan sedikit akal sehat, semuanya terasa konyol. Apa pun alasannya, itu tetap konyol. Memang itu bukan gambaran keseluruhan pertandingan, tetapi pada akhirnya ini hanya selisih satu gol," tutur Kompany, Pelatih Bayern Munich.

Terkait insiden yang melibatkan Nuno Mendes, Kompany meyakini wasit awalnya berniat mengeluarkan kartu kuning kedua. Namun, ia menduga sang pengadil sengaja mengurungkan niat tersebut karena menyadari konsekuensi kartu merah bagi pemain PSG.

"Untuk kartu kuning kedua, saya pikir wasit akan memberikannya. Saya merasa dia menarik kembali keputusannya karena sadar sebelumnya sudah memberi kartu kuning dan tidak ingin mengeluarkan kartu merah untuk itu," ujar Kompany, Pelatih Bayern Munich.

Kompany menambahkan bahwa ia telah melihat tayangan ulang dan tetap tidak menemukan bukti bahwa pemainnya, Konrad Laimer, melakukan pelanggaran handball. Ia mengaku bingung dengan argumen yang diberikan oleh pihak wasit di lapangan.

"Dia kemudian membalik keputusan ke sisi lain. Saya sudah melihat beberapa tayangan ulang dan saya tidak melihat Konrad Laimer menyentuh bola dengan tangannya. Tapi mereka bilang ada handball, jadi saya tidak tahu," lanjut Kompany, Pelatih Bayern Munich.

Pertandingan final antara Paris Saint-Germain melawan Arsenal dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena pada akhir Mei mendatang. Sementara itu, Bayern Munich dipastikan menutup musim kompetisi Eropa mereka tanpa gelar juara.

Artikel terkait

Rekomendasi