Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menaklukkan Bayern Munich dengan skor tipis 5-4 dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung pada Rabu (29/4) dini hari WIB. Hasil dramatis di kandang PSG tersebut diwarnai dengan sembilan gol yang tercipta sepanjang laga.
Kemenangan klub asal Paris ini dipastikan setelah melewati drama saling balas gol, di mana babak pertama berakhir dengan skor 3-2 untuk keunggulan tuan rumah. Dilansir dari Detik Sport, PSG sempat memperlebar jarak hingga kedudukan 5-2 sebelum akhirnya tim tamu memperkecil ketertinggalan melalui dua gol tambahan.
Pengamat sepak bola sekaligus mantan pemain profesional, Thierry Henry, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas permainan yang ditunjukkan oleh kedua kesebelasan. Ia menilai keberanian kedua tim dalam mengambil risiko di lapangan telah menciptakan tontonan yang menarik dan kompetitif.
"Kedua tim bermain dengan risiko yang tinggi. Ketika sepakbola kini terlalu fokus pada penguasaan bola, winger tidak mau menusuk ke dalam karena bisa kehilangan bola, dan tidak mau ambil risiko, malam ini saya menikmati laga yang sebenarnya," jelas Henry.
Legenda Arsenal dan Barcelona tersebut juga menyoroti perubahan atmosfer pertandingan dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya yang ia anggap kurang menarik. Henry menegaskan bahwa performa atraktif yang tersaji pada laga semifinal ini telah mengakhiri keluhannya terhadap gaya bermain sepak bola modern.
"Dalam dua tahun terakhir, saya komplain melihat laga-laga sepakbola membosankan tapi tidak malam ini. Saya berterima kasih kepada kedua tim," sambungnya.
Analisis Henry juga mengarah pada konsistensi taktik Bayern Munich yang tetap tampil menyerang secara terbuka meski dalam posisi tertinggal jauh. Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk penerapan strategi total football yang melibatkan serangan dan pertahanan secara kolektif.
"Apakah full back Bayern terus bertahan ketiga tertinggal 2-5? Tidak, mereka menyerang. Laga ini adalah total football, kedua tim total menyerang dan total bertahan," tutup Henry.