Paris Saint-Germain (PSG) kembali mengukuhkan dominasinya di panggung Eropa setelah menumbangkan Arsenal pada final Liga Champions 2025/26. Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Minggu dini hari tersebut harus diselesaikan lewat drama adu penalti yang mendebarkan.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah karena PSG berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions secara beruntun. Les Parisiens kini tercatat sebagai klub Prancis pertama yang mampu meraih prestasi fenomenal tersebut di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Perjuangan Berat Luis Enrique di Budapest
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengungkapkan bahwa meraih trofi musim ini jauh lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya. Arsenal memberikan perlawanan yang sangat sengit sepanjang pertandingan sehingga gelar ini terasa jauh lebih emosional bagi skuadnya.
Laga berlangsung ketat dengan skor imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir, dan kedudukan tetap tidak berubah setelah babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Enrique mengakui kualitas Arsenal membuat PSG harus bekerja ekstra keras untuk menjaga peluang juara.
Strategi dan ketenangan mental menjadi kunci utama PSG dalam menghadapi gempuran tim asal London Utara tersebut. "Pertandingan melawan Arsenal jauh lebih sulit karena kami sudah memprediksi betapa kuatnya mereka," ujar Enrique dalam wawancara bersama Canal+.
Drama Adu Penalti yang Menentukan
Final musim ini menjadi edisi ke-13 dalam sejarah Liga Champions yang pemenangnya harus ditentukan melalui titik putih. Ketegangan memuncak saat kedua tim bersiap melakukan eksekusi setelah bermain tanpa pemenang selama 120 menit.
PSG akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3 pada babak tos-tosan tersebut. Kegagalan dua eksekutor Arsenal dalam menjalankan tugasnya menjadi titik balik kemenangan bagi klub raksasa asal Paris ini.
Berikut adalah ringkasan hasil babak adu penalti antara PSG melawan Arsenal:
- Kegagalan Arsenal: Dua pemain kunci The Gunners, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menyarangkan bola ke gawang.
- Kegagalan PSG: Di pihak PSG, hanya Nuno Mendes yang tidak berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna.
- Skor Akhir: PSG unggul 4-3 dan berhak mengangkat trofi Si Kuping Besar untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Catatan ini menunjukkan keunggulan mental para pemain PSG dalam menghadapi situasi krusial di bawah tekanan besar pendukung lawan. Kemenangan ini juga mengubur impian Arsenal untuk meraih gelar juara Liga Champions pertama mereka.
Rekor Baru PSG di Era Modern
Keberhasilan mempertahankan gelar ini menempatkan PSG sejajar dengan Real Madrid sebagai tim yang mampu juara beruntun di era modern. Real Madrid sebelumnya pernah mencatatkan rekor serupa saat menjuarai kompetisi ini tiga kali berturut-turut pada periode 2016 hingga 2018.
Selain berjaya di Eropa, PSG juga menunjukkan taringnya di kompetisi domestik dengan meraih trofi liga di musim yang sama. Pencapaian double-double ini mempertegas status mereka sebagai salah satu klub terkuat di dunia saat ini.
Perbandingan pencapaian PSG dalam dua musim terakhir Liga Champions:
| Musim | Lawan di Final | Lokasi Pertandingan | Metode Kemenangan |
|---|---|---|---|
| 2024/2025 | Inter Milan | Ditentukan sebelumnya | Waktu Normal/Tambahan |
| 2025/2026 | Arsenal | Puskas Arena, Budapest | Adu Penalti (4-3) |
Data di atas memperlihatkan transisi PSG dari kemenangan atas Inter Milan di musim lalu menuju kemenangan dramatis melawan Arsenal tahun ini. Keberhasilan ini sekaligus mengukir tinta emas bagi sepak bola Prancis di kancah internasional.