Proyek Food Estate Wanam Harus Terus Berlanjut untuk Ketahanan Pangan

Proyek Food Estate Wanam Harus Terus Berlanjut untuk Ketahanan Pangan
Foto: Ilustrasi Proyek Food Estate Wanam Harus Terus Berlanjut untuk Ketahanan Pangan.

PROYEK Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan (food estate) di Wanam, Merauke, Papua Selatan, sama sekali tidak terkait dengan film ÔÇ£Pesta BabiÔÇØ yang ramai beredar baru-baru ini, sehingga harus terus berlanjut untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Sebagaimana diketahui, film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu menggambarkan perjuangan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat mereka dari ancaman proyek-proyek skala besar yang mengatasnamakan pembangunan. Hutan dan lahan yang digambarkan dalam isi film tersebut bukan bagian PSN dan bukan berlokasi di Wanam yang mencetak sawah satu juta hektare.

Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menegaskan, bila menimbang dan melihat kondisi global hari ini, PSN cetak sawah 1 juta hektare di Wanam harusnya tetap berlanjut.

"Menurut saya kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, karena ke depan negara global pun akan fokus dengan isu pangan mereka masing-masing. Karena, kalau isunya malah Indonesia defisit pangan, itu lebih bahaya lagi," ujar Iwan, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan proyeksi program cetak sawah Wanan difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Berbagai manfaat utamanya meliputi pencapaian target swasembada beras, penciptaan lapangan kerja baru di pedesaan, peningkatan pendapatan masyarakat/petani hingga 20 persen sampai 30 persen, serta pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.

"Soal kritik di film Pesta Babi itu ya hak demokrasi menyatakan pendapat dalam bentuk kreativitas film. Yang salah adalah jika hal tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan ageda politik terselubung," tegasnya.

Mengenai lingkungan dan hutan, ia menilai pemerintah pasti sudah memiliki kajian dan megikuti aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Dalam situasi tekanan global yang berefek ke kondisi ekonomi Indonesia saat ini, kita perlu membangun narasi-narasi optimisme dan bukan malah melakukan provokasi," tegas dia lagi.

Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah fasilitas utama telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut telah membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.

Salah satu warga Papua mengaku bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga ke kampung dan dusun mereka. Menurutnya, manfaat proyek tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

ÔÇ£Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,ÔÇØ kata salah seorang warga Tarsan Balagaize, dikutip di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat akan membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur. ÔÇ£Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berarti kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan jadi lebih makmur,ÔÇØ ujarnya.

Selain itu, kata dia, warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. ÔÇ£Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,ÔÇØ tuturnya.

Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell disebut telah mencapai progres 100 persen.

ÔÇ£Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,ÔÇØ ujar petugas proyek.

Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.

ÔÇ£Untuk HSD tank kapasitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul yang pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen,ÔÇØ katanya.

Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru yang ambisius seluas 1 juta hektare. PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group ini bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Namun, kunci dari seluruh ekosistem ini adalah satu, yakni konektivitas. (Cah/P-3)

- KSAD tak Beri Instruksi Pembubaran Nobar Film Pesta Babi 19/5/2026 17:49 Menurut Maruli, pembubaran nobar di beberapa daerah ialah hasil koordinasi dan keputusan pemda untuk kepentingan keamanan wilayah.

- Yusril Pastikan Pemerintah tak Campuri Nobar Film Pesta Babi 19/5/2026 17:45 Yusril mengatakan pemerintah tetap menghormati kebebasan berkreasi dan berekspresi para seniman melalui film tersebut.

- Ramai Dibubarkan, Apa Sebenarnya Isi Film Dokumenter ÔÇ£Pesta BabiÔÇØ? 18/5/2026 00:58 Film dokumenter Pesta Babi menjadi perhatian publik setelah sejumlah agenda nonton bareng dibubarkan di berbagai daerah. Dokumenter garapan WatchDoc karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Dale itu mengangkat persoalan masyarakat adat Papua Selatan yang terdampak proyek industri dan pangan skala besar, sekaligus memicu perdebatan karena mengangkat isu kolonialisme modern dan militerisasi di Papua.

- TNI Sebut Narasi Film Pesta Babi Berpotensi Ganggu Stabilitas Papua, Benarkah Dilarang? 16/5/2026 10:10 TNI menilai film Pesta Babi termasuk konten di dalamnya memiliki risiko tinggi mengganggu stabilitas dan keharmonisan sosial yang selama ini dijaga di tanah Papua, begini cara nonton filmnya

- Soroti Film 'Pesta Babi', Legislator Gerindra Bongkar Cara Kerja Propaganda Modern di Papua 14/5/2026 17:40 Ia menyayangkan adanya reduksi masalah yang menempatkan negara semata-mata sebagai kekuatan perampas dan masyarakat adat hanya sebagai korban tanpa agensi.

Artikel terkait

Rekomendasi