Sistem pengoperasian mobil listrik yang lumpuh total akibat kehilangan daya dapat diatasi melalui langkah pendayaan darurat guna menghindari risiko kecelakaan di lokasi berbahaya. Prosedur ini menjadi sorotan setelah insiden taksi listrik tertabrak KRL di perlintasan Bekasi Timur, Jumat (1/5/2026), akibat kendaraan sulit dievakuasi.
Sustainability Mobility Expert dan Co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar, mengungkapkan bahwa ketersediaan suplai daya menjadi kunci utama untuk memindahkan kendaraan yang mogok. Dilansir dari Otomotif, ketergantungan pada sistem kelistrikan membuat mobil listrik tidak bisa berpindah ke posisi netral saat daya hilang.
"Satu-satunya cara kalau tidak ada daya adalah pendayaan darurat, misalnya dengan jumper atau powerbank jumper," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2026).
Gofar menjelaskan bahwa kelumpuhan sistem dasar biasanya dipicu oleh kondisi aki 12 volt yang mati, meskipun baterai utama kendaraan masih terisi. Hal ini menyebabkan transmisi elektronik atau electronic shifter tidak berfungsi sehingga roda dalam keadaan terkunci.
"Kalau aki 12 voltnya bisa hidup kembali, biasanya sistem akan aktif lagi dan mobil bisa dioperasikan," kata dia.
Pemulihan daya melalui bantuan kabel jumper atau perangkat portabel memungkinkan pengemudi mengaktifkan mode derek. Langkah tersebut sangat krusial agar unit kendaraan dapat segera digeser dari area berisiko tinggi demi menjaga keselamatan pengguna jalan.