Paradigma konsumsi tembakau di Indonesia mulai bergeser ke arah produk alternatif seiring tingginya prevalensi merokok. Pendekatan pengurangan bahaya tembakau atau Tobacco Harm Reduction (THR) kini menjadi perhatian utama masyarakat yang peduli pada kualitas hidup.
Dilansir dari Suara, berbagai produk seperti rokok elektronik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan, serta kantong nikotin dipandang sebagai instrumen transisi. Inovasi ini membantu perokok dewasa untuk meninggalkan rokok konvensional secara bertahap melalui pemanfaatan riset ilmiah.
Edukator dari akun Instagram @vapeducation, Aldi, menjelaskan bahwa literasi data menjadi faktor krusial sebelum seseorang memutuskan beralih. Ia merujuk pada kajian Public Health England yang kini menjadi UK Health Security Agency mengenai tingkat keamanan produk tersebut.
"Tahun 2015 sudah ada jurnal yang menyebutkan vape 95% lebih tidak berbahaya dibanding rokok. Dari situ saya memutuskan beralih," ujar Aldi (9/5/2026).
Keputusan beralih secara total memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh fisik penggunanya. Aldi mengaku merasakan peningkatan kebugaran, terutama pada sistem pernapasan yang terasa jauh lebih lega dibandingkan saat masih aktif merokok.
Aspek kenyamanan lingkungan juga menjadi pendorong kuat bagi para mantan perokok untuk tetap konsisten menggunakan produk alternatif. Hal ini dirasakan oleh Hanif (31), seorang karyawan yang berdomisili di Jakarta Selatan.
Dukungan dari keluarga menjadi faktor kunci bagi Hanif, terutama karena hilangnya aroma tidak sedap di dalam rumah. Lingkungan tempat tinggal yang lebih bersih tanpa paparan asap rokok meningkatkan keyakinannya untuk terus menggunakan rokok elektronik.
"Rumah jadi tidak bau asap rokok. Itu yang membuat saya makin yakin lanjut pakai vape," ungkap Hanif.
Integrasi informasi berbasis riset dan transparansi risiko dianggap mampu menjadi katalisator dalam menekan angka perokok nasional. Meski tidak sepenuhnya bebas risiko, produk tembakau alternatif dipandang sebagai solusi pragmatis guna meningkatkan standar kesehatan masyarakat secara luas.