Presiden Federasi Sepakbola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada

Presiden Federasi Sepakbola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada
Foto: Ilustrasi Presiden Federasi Sepakbola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada.

Rombongan Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) yang dipimpin Mehdi Taj batal menghadiri Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/4) setelah tertahan oleh petugas imigrasi saat tiba di Toronto. Meskipun memiliki visa valid, delegasi tersebut gagal masuk ke wilayah Kanada menyusul proses interogasi terkait afiliasi organisasi.

Insiden penahanan yang berlangsung selama sekitar dua jam di bandara tersebut bermula dari pertanyaan otoritas imigrasi mengenai keterkaitan rombongan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, Kanada mengategorikan IRGC sebagai organisasi terlarang di dalam wilayah hukum mereka.

"Di Kanada, mereka bertanya kepada kami, 'Apakah kalian anggota Korps Pengawal Revolusi Islam?' Kami menjawab, 'Di Iran, 90 juta dari kami adalah anggota IRGC,'" kata Taj, Presiden Federasi Sepakbola Iran.

Setelah memberikan jawaban tersebut, pihak otoritas sempat melanjutkan pembicaraan singkat sebelum rombongan memutuskan untuk membatalkan perjalanan mereka. Delegasi Iran akhirnya sepakat untuk meninggalkan Kanada dan bertolak menuju Istanbul.

"Ada pembicaraan sebentar dan dia berkata, 'Terserah kalian,' lalu kami memutuskan secara bersama-sama untuk kembali ke Istanbul," ujar Taj.

Meski tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Kongres FIFA, Mehdi Taj mengklarifikasi bahwa status mereka bukanlah dideportasi secara resmi. Menurutnya, tidak ada catatan formal mengenai pengusiran paksa dalam berkas perjalanan mereka.

"Mereka tidak secara resmi mendeportasi kami, tidak ada catatan deportasi dalam berkas kami, tetapi pada kenyataannya memang seperti itu," ungkap Taj.

Pasca kegagalan menghadiri kongres tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom dilaporkan telah mengundang delegasi Iran untuk melakukan pertemuan di Zurich sebelum 20 Mei mendatang. Agenda ini krusial mengingat tim nasional Iran dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.

"Posisi kami adalah bahwa kami akan segera mengadakan pertemuan dengan FIFA," kata Taj menegaskan rencana diskusi mengenai persiapan Iran di turnamen akbar tersebut.

Di sisi lain, keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia 2026 sempat memicu spekulasi karena ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat selaku tuan rumah. Namun, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan resmi yang mengizinkan skuad Iran untuk berkompetisi di wilayahnya.

"Tahukah Anda? Biarkan saja mereka bermain," kata Trump menanggapi pertanyaan wartawan di Gedung Putih.

Trump menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah didiskusikan bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Ia menegaskan tidak keberatan terhadap kehadiran tim nasional Iran demi kelancaran turnamen sepak bola dunia tersebut.

"Gianni (Infantino) luar biasa. Dia teman saya, dan dia sudah membicarakan hal ini. Saya bilang, 'Lakukan saja apa pun yang kamu mau. Kamu boleh membiarkan mereka ikut, atau kamu tidak perlu menyertakannya. Mungkin mereka punya tim yang bagus," kata Trump.

Artikel terkait

Rekomendasi