Pembawa acara berita asal Amerika Serikat, James Eppler, menuai kecaman publik setelah melontarkan komentar rasis yang berkedok lelucon terhadap grup K-Pop BTS pada siaran langsung hari Rabu (27/5/2026). Pernyataan kontroversial tersebut memicu kemarahan luas dari para penggemar.
Gelombang protes muncul setelah Oreo mengumumkan kolaborasi spesial berupa biskuit berwarna ungu dengan krim rasa pancake gula aren khas Korea Selatan atau hotteok. Seperti dilansir dari Wolipop, Eppler kemudian menuduh desain tulisan pada biskuit tersebut bermakna negatif.
Eppler menyatakan bahwa gabungan dari ke-13 desain tulisan pada lapisan biskuit tersebut memiliki arti sebuah slogan politik anti-Amerika yang kerap digunakan di beberapa negara Timur Tengah.
"Death to America"
kata James Eppler, Pembawa Acara Berita AS.Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh para penggemar BTS yang dikenal sebagai ARMY. Komunitas penggemar menjelaskan bahwa tulisan pada produk kolaborasi tersebut sebenarnya berisi pesan-pesan manis yang ditujukan khusus untuk mereka.
Beberapa pesan yang tertera di biskuit tersebut antara lain berbunyi kekaguman dan cinta, seperti tulisan yang ditujukan khusus untuk mengapresiasi dukungan para penggemar selama ini.
"The Biggest Love, BTS ARMY," "Our Universe, BTS ARMY," "Our Happiness, BTS ARMY," "Our Biggest Voice, BTS ARMY," dan "Dear BTS ARMY."
tulis pesan pada produk Oreo x BTS.Pasca-siaran tersebut, para penggemar langsung membanjiri akun Instagram pribadi Eppler untuk menuntut permintaan maaf secara personal kepada para personel BTS. Desakan juga muncul agar pria yang berprofesi sebagai profesor Jurnalisme di Texas Tech University itu segera diberhentikan dari jabatannya.
Hingga saat ini, James Eppler diketahui telah mengubah setelan akun Instagram pribadinya menjadi akun privat setelah menerima gelombang protes dan kritik keras dari publik.