Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penguatan dalam rentang terbatas pada sesi perdagangan Kamis, 30 April 2026. Pergerakan ini menyusul penutupan indeks di level 7.101,226 atau naik 0,41 persen pada hari sebelumnya.
Dilansir dari Money, kenaikan yang terjadi saat ini dinilai masih bersifat pemulihan teknis atau technical rebound. Para pelaku pasar terpantau mengambil sikap waspada sembari mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat turut menjadi faktor penentu. Selain itu, tren koreksi pada harga emas dunia juga membayangi pergerakan indeks domestik.
ÔÇ£Untuk (perdagangan) besok kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 7.064 dan resistance 7.144,ÔÇØ ujar Herditya.
ÔÇ£Kami perkirakan, penguatannya masih cenderung technical rebound dan investor masih menanti akan FOMC Meeting, di sisi lain akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan pergerakan harga emas dunia yang masih terkoreksi,ÔÇØ paparnya.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, berpendapat bahwa arah pergerakan IHSG sangat bergantung pada kombinasi sentimen eksternal dan kondisi dalam negeri. Kenaikan pada Rabu lalu lebih didorong oleh kinerja emiten serta sentimen market relief.
Hendra menilai penguatan tersebut belum memberikan konfirmasi yang cukup kuat untuk terjadinya pembalikan tren kenaikan jangka menengah. Kondisi pasar diprediksi masih cenderung bergerak mendatar atau sideways di kisaran angka 7.000 hingga 7.200.
Tekanan pada nilai tukar rupiah dan belum adanya aliran dana asing yang masuk secara signifikan menjadi hambatan utama bagi IHSG untuk melaju lebih kencang. Stabilitas mata uang Garuda menjadi kunci krusial bagi kepercayaan investor di lantai bursa.
ÔÇ£Jika tekanan eksternal mereda, khususnya terkait konflik geopolitik dan arah suku bunga global, serta diiringi stabilisasi rupiah, maka peluang penguatan lanjutan terbuka,ÔÇØ ucap Hendra.
ÔÇ£Sebaliknya, bila harga minyak terus naik dan rupiah melemah lebih dalam, IHSG berisiko kembali menguji area support di 7.022-7.100,ÔÇØ lanjutnya.
Dalam menghadapi situasi pasar yang fluktuatif ini, investor disarankan untuk menerapkan strategi investasi yang lebih selektif. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada saham-saham yang memiliki fundamental perusahaan yang solid.
Pemanfaatan momentum jangka pendek dianggap lebih bijak bagi para pelaku pasar saat ini. Pendekatan tersebut dinilai lebih aman dibandingkan dengan mengambil langkah agresif untuk mengejar reli kenaikan harga di tengah ketidakpastian ekonomi global.