Prabowo Soroti Kenaikan Angka Kemiskinan di Rapat Paripurna DPR

Prabowo Soroti Kenaikan Angka Kemiskinan di Rapat Paripurna DPR
Foto: Ilustrasi Prabowo Soroti Kenaikan Angka Kemiskinan di Rapat Paripurna DPR.

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti peningkatan jumlah penduduk miskin di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5 persen saat berpidato dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data yang dilansir dari Nasional, angka kemiskinan di Indonesia justru mengalami kenaikan dari 46,1 persen pada tahun 2017 menjadi 49,5 persen pada tahun 2024. Sebaliknya, proporsi masyarakat kelas menengah menyusut dari 22,1 persen menjadi 17,4 persen dalam periode yang sama.

Prabowo mengalkulasi bahwa pertumbuhan ekonomi dalam tujuh tahun terakhir seharusnya membuat perekonomian negara tumbuh hingga 35 persen. Ia kemudian mempertanyakan ketidaksesuaian hasil tersebut kepada seluruh anggota legislatif, partai politik, organisasi masyarakat, hingga para pakar.

"Harusnya kita tambah kaya 35 persen. Tapi apa yang terjadi? Sekali lagi, saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan rakyat kita, ini mungkin menyaikitkan bagi kita," ujar Prabowo.

Kepala Negara mengaku terkejut setelah menelaah laporan perkembangan data ekonomi tersebut di awal masa jabatannya sebagai presiden.

"Saya merasa setelah saya terima data-data ini, berapa minggu setelah saya jadi Presiden, saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya," kata Prabowo.

Arah kebijakan ekonomi saat ini dinilai menjadi penyebab utama dari penurunan kelas menengah menjadi kelompok masyarakat miskin.

"Jawaban harus ilmiah, matematis. Dan menurut saya jawabannya adalah kemungkinan besar, bukan kemungkinan, saya yakin sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajectory yang tidak tepat," imbuh Prabowo.

Sebelumnya, mantan Menteri Pertahanan itu juga sempat menegaskan kembali prinsip dasar pembangunan nasional, di mana kemajuan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.

"Jarak yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," kata Prabowo.

Pemerintah kini menetapkan target perbaikan indikator sosial-ekonomi yang baru untuk mengoreksi ketimpangan tersebut. Target rasio gini disesuaikan menjadi 0,362 hingga 0,367 pada tahun 2027 dari proyeksi sebelumnya sebesar 0,377 hingga 0,3890.

"Karena itu angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5," ucap Prabowo.

Selain menurunkan angka kemiskinan, pemerintah juga mematok penurunan tingkat pengangguran terbuka ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen, bergeser dari target acuan terdahulu di angka 4,44 hingga 4,96 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi