Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp 116 triliun melalui seremoni peletakan batu pertama di Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026). Langkah strategis ini mencakup sektor energi, baja, hingga perkebunan guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Pengembangan proyek yang dikelola oleh Danantara Indonesia tersebut bertujuan menciptakan nilai tambah industri dan memperluas lapangan pekerjaan di dalam negeri sebagaimana dilansir dari Nasional. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo sempat mengutip lirik lagu favoritnya sebagai gambaran harapannya bagi masa depan Indonesia.
"Sebetulnya secara jujur saya suka dengan kata-kata dari salah satu lagu favorit saya. Kan ada kata-kata itu dalam lagu Pertemuan kan ada itu 'saya ingin hidup seribu tahun lagi'," ujar Prabowo.
Kepala Negara menjelaskan bahwa keinginan tersebut didasari oleh cita-citanya untuk melihat kemajuan bangsa secara langsung. Ia menekankan pentingnya kedaulatan rakyat dalam pembangunan ekonomi yang sedang berlangsung.
"Karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain," sambung Prabowo.
Selain membahas mengenai ekonomi, mantan Menteri Pertahanan ini juga menyoroti kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Ia mengingatkan bahwa stabilitas keamanan di dalam negeri harus terus dijaga di tengah gejolak internasional.
"Perdamaian sangat mahal. Lihat berita tiap hari. Lihat berita tiap hari. Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, Lebanon, Irak, Afghanistan, Baluchistan. Mana negara yang tidak perang? Iran. Mana negara yang tidak perang? Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa kita," imbuh Prabowo.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memberikan rincian teknis terkait kelanjutan program hilirisasi ini. Menurutnya, tahap kedua ini merupakan sambungan dari 6 proyek fase pertama yang telah diresmikan di 11 lokasi pada awal Februari 2026 lalu.
"Melanjutkan momentum tersebut, Bapak Presiden, kami melanjutkan dengan fase kedua di 13 proyek strategis hilirisasi nasional ini," ujar Rosan.
Rosan menambahkan bahwa pemanfaatan sumber daya alam melalui pengolahan domestik akan menjadi mesin penggerak kesejahteraan. Danantara saat ini sedang menyiapkan tahap ketiga hingga total proyek mencapai angka 30 unit.
"Jadi dari proyek-proyek yang kita jalankan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600.000 orang," ungkap Rosan.