Prabowo Panggil Pejabat Ekonomi ke Istana Respons Pelemahan Rupiah

Prabowo Panggil Pejabat Ekonomi ke Istana Respons Pelemahan Rupiah
Foto: Ilustrasi Prabowo Panggil Pejabat Ekonomi ke Istana Respons Pelemahan Rupiah.

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat tinggi sektor ekonomi ke Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (18/5/2026) untuk membahas strategi penyelamatan mata uang rupiah yang melemah hingga menembus level Rp17.656 per dolar Amerika Serikat.

Langkah darurat berupa pertemuan tertutup tersebut diambil akibat mata uang Indonesia menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Kurs rupiah di pasar spot pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026) tercatat melorot 1,08 persen ke posisi tersebut setelah dibuka melemah ke level Rp17.630 pada pagi harinya.

Pejabat ekonomi yang hadir secara bergantian sejak pukul 16.00 WIB meliputi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Pertemuan dilakukan guna memitigasi tekanan global termasuk potensi lonjakan biaya impor energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, yang juga sempat memicu penurunan cadangan devisa sekitar US$10 miliar akibat intervensi luar negeri.

Usai pertemuan dilaksanakan, Menteri Keuangan memberikan penjelasan mengenai perbandingan situasi terkini dengan kondisi masa lalu serta mengimbau masyarakat beserta pelaku pasar agar tidak panik.

"Kalau rupiah melemah, seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, tahun 1998 itu kebijakannya salah dan ada instabilitas sosial-politik setelah kita resesi setahun. Kita kan sekarang belum resesi, ekonomi justru tumbuh kencang 5,61% pada kuartal pertama kemarin," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah bersama Bank Indonesia menyepakati penguatan langkah mitigasi, termasuk mempertebal intervensi signifikan ke pasar obligasi mulai hari ini demi menahan gejolak pasar Surat Utang Negara. Menkeu menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi serta fiskal negara saat ini masih berada dalam posisi yang baik.

"Nggak usah takut, fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Bagi investor pasar saham, kalau saya lihat teknikalnya, sehari dua hari ini situasi akan berbalik normal. Jangan takut untuk 'serok bawah' sekarang," tambah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beserta Gubernur BI Perry Warjiyo masih enggan memaparkan hasil mendetail dari rapat instruksi Presiden tersebut. Otoritas moneter diproyeksikan para analis memiliki peluang besar untuk menaikkan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur bulan ini demi mengendalikan inflasi dan menjaga kepercayaan arah kebijakan.

Artikel terkait

Rekomendasi