Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memastikan kondisi keuangan negara dalam posisi aman saat meninjau kinerja ekonomi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Kepala Negara meminta agar ketersediaan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diinformasikan secara transparan kepada publik guna meredam kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan fiskal nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pesan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden guna memberikan rasa tenang terkait kapasitas pendanaan pemerintah saat ini.
"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut," beber Purbaya, Menteri Keuangan.
Selain mengenai kondisi kas negara, Menteri Keuangan juga menyoroti capaian indikator makroekonomi yang menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Data terbaru mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,61 persen pada kuartal I 2026.
Purbaya memberikan penegasan bahwa perolehan angka tersebut merupakan bukti nyata dari efektivitas kebijakan pemerintah dalam mengubah arah gerak ekonomi nasional menjadi lebih progresif dibanding periode-periode sebelumnya.
"Yang pertama dari angka pertemuan ekonomi tadi yang keluar hari ini, 5,61%. Itu kita diskusi dengan Bapak Presiden bahwa kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39%, sebelum-sebelumnya 5% atau di bawah 5% sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi," tegas Purbaya, Menteri Keuangan.
Akselerasi ini dianggap sebagai momentum penting bagi pemerintah untuk terus mendorong penguatan sektor-sektor produktif sejalan dengan pertumbuhan yang melampaui capaian tahun-tahun terdahulu.