Sektor Energi Terbarukan Berpotensi Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja

Sektor Energi Terbarukan Berpotensi Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja
Foto: Ilustrasi Sektor Energi Terbarukan Berpotensi Ciptakan 10 Juta Lapangan Kerja.

Sektor energi terbarukan di Indonesia diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs sebanyak 6,31 hingga 10,19 juta pada tahun 2060, dilansir dari Lestari. Potensi besar ini didorong oleh rencana lonjakan kapasitas pembangkit listrik nasional yang ditargetkan mencapai 474,06 GW sampai 687,75 GW.

Berdasarkan data Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025ÔÇô2060, sub sektor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi penyumbang terbesar dengan 1,86-4,57 juta pekerjaan. Sementara itu, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) diperkirakan menyerap sekitar 1,79-2,39 juta tenaga kerja.

Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia, Azis Kurniawan, memberikan penjelasan mengenai peluang besar dalam pengembangan energi bersih ini pada Rabu (29/4/2026). Ia menekankan bahwa target ambisius pemerintah menjadi kunci utama pembukaan lapangan kerja baru tersebut.

"Di tengah target ambisius pemerintah untuk mendorong pengembangan energi terbarukan dalam RUKN 2025ÔÇô2060 terbuka peluang besar penciptaan green jobs," ujar Azis Kurniawan, Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia sekaligus penulis utama studi ini.

Azis menggarisbawahi adanya kendala pada sisi rekrutmen meskipun stok tenaga kerja tersedia. Industri saat ini kesulitan menemukan spesialis karena minimnya pengalaman praktis serta keterbatasan sertifikasi domestik yang diakui secara teknis.

"Ketidakpastian regulasi terkait sistem kuota instalasi PLTS juga menghambat kemampuan perusahaan dalam merencanakan pengembangan sumber daya manusia secara jangka panjang," tutur Azis Kurniawan, Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia sekaligus penulis utama studi ini.

Menanggapi tantangan dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan industri, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan profil pekerjaan khusus. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia di berbagai wilayah.

"Kami juga punya beberapa program peningkatan kapasitas orang muda untuk dapat terjun langsung ke industri dan lapangan di daerah 3T," ucap Ahmad Khulaemi, Ahli Utama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM.

Koaksi Indonesia merekomendasikan pembaruan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) guna mengintegrasikan kategori pekerjaan hijau dalam sistem data nasional. Selain itu, diperlukan sinkronisasi kebijakan lintas kementerian untuk mendukung tata kelola tenaga kerja yang lebih terkoordinasi.

Artikel terkait

Rekomendasi