Rentetan insiden kecelakaan yang melibatkan armada taksi listrik Green SM tengah menjadi perhatian serius otoritas keamanan. Dilansir dari Detik Oto, pihak kepolisian kini sedang mendalami berbagai kejadian tersebut untuk memastikan penyebab dan langkah penanganan lebih lanjut.
Insiden paling baru terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan satu unit taksi berwarna hijau tersebut. Berdasarkan rekaman video yang beredar, armada taksi terpantau dalam kondisi terhenti di tengah jalur rel sebelum akhirnya dihantam oleh rangkaian kereta Commuter Line.
Dampak dari peristiwa tersebut memicu gangguan perjalanan kereta api lainnya di lokasi kejadian. Kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dilaporkan turut menabrak rangkaian tersebut, yang diduga mengakibatkan kerusakan pada sistem persinyalan perkeretaapian di wilayah Bekasi Timur.
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan proses investigasi mendalam terhadap kecelakaan tersebut. Dalam menjalankan penyelidikan, petugas mengandalkan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) guna merekonstruksi peristiwa secara akurat, termasuk penggunaan perangkat drone untuk memetakan lokasi.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe menjelaskan bahwa rekaman dari proses tersebut akan menjadi alat bukti penting dalam ranah hukum.
"Itu merupakan alat bukti elektronik yang nantinya digunakan pada proses penyidikan kecelakaan lalu lintas lebih lanjut. Hasilnya juga akan disuguhkan kepada jaksa penuntut maupun hakim sebagai dasar dalam proses penuntutan dan keputusan hakim," ujar Sandhi.
Evaluasi Menyeluruh Terhadap Perusahaan
Data dari catatan Detik Oto menunjukkan bahwa taksi milik perusahaan asal Vietnam ini telah terlibat dalam tiga insiden tertemper kereta api di perlintasan. Selain kecelakaan di jalur rel, terdapat pula beberapa laporan insiden lalu lintas lainnya yang melibatkan taksi listrik tersebut.
Kondisi ini memicu langkah koordinasi internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia untuk meninjau operasional penyedia jasa transportasi tersebut.
"Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel), akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut," ucapnya.
Respons Manajemen Green SM
Pihak manajemen Green SM menyatakan bahwa mereka masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak yang berwenang. Melalui pernyataan resmi di media sosial, perusahaan menyampaikan rasa duka cita atas insiden yang terjadi dan menegaskan komitmen mereka dalam proses penyelidikan.
"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tulis Green SM.
Pihak perusahaan juga menekankan bahwa standar keamanan operasional tetap menjadi fokus utama mereka saat ini.
"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," demikian pernyataan Green SM.