Penumpukan limbah tekstil global menjadi persoalan lingkungan yang mendesak, termasuk di Indonesia. United Nation Environment Programme (UNEP) mencatat sekitar 92 juta ton limbah tekstil diproduksi di seluruh dunia pada 2025 lalu.
Kesadaran menjaga kelestarian bumi mendorong perubahan cara pandang terhadap pakaian bekas. Pakaian layak pakai yang disimpan sebenarnya memiliki nilai guna baru jika dikelola lewat metode yang tepat.
Merespons situasi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan inisiatif yang memadukan kelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Gerakan ini dijalankan melalui program RE3 FOR-E yang menekankan prinsip Reduce, Re-love, Restyle untuk aspek lingkungan, ekonomi, pemberdayaan, serta pendidikan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari perayaan HUT PNM ke-27 dengan mengusung pesan mengenai dampak berkelanjutan dari barang yang tidak terpakai. Seluruh Insan PNM diajak untuk memfungsikan kembali barang-barang lama agar menjadi sumber manfaat baru.
Dilansir dari Media Indonesia, gerakan ini berhasil mengumpulkan 17 ton pakaian layak pakai dari berbagai kantor wilayah PNM di seluruh Indonesia. PNM kemudian menggandeng lebih dari 270 nasabah PNM Mekaar yang bergerak di bidang usaha laundry untuk membersihkan pakaian donasi sebelum dibagikan ke warga.
Kolaborasi ini terbukti menekan volume limbah pakaian sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha ultra mikro. Pengusaha laundry mendapatkan pendapatan tambahan langsung dari pengerjaan pakaian donasi tersebut.
Selain pakaian, PNM mendistribusikan donasi buku bacaan anak ke beberapa fasilitas pendidikan masyarakat. Bantuan buku tersebut disalurkan ke Ruang Pintar PNM Anggrek Ceria di Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, serta Ruang Pintar PNM DaÔÇÖarut Taqwa di Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.
Penyaluran ini ditujukan untuk memperluas akses literasi bagi anak-anak di wilayah dampingan PNM. PNM Cabang Bandung memproyeksikan RE3 FOR-E sebagai wadah kolaborasi berkelanjutan yang menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan.
Dini Anggraeni, nasabah PNM Cabang Bandung unit Mekaar Cicendo yang mengelola usaha laundry, mengonfirmasi dampak ekonomi langsung dari program ini terhadap kelangsungan usahanya.
"Alhamdulillah saya mendapatkan orderan sebanyan 100 kilogram lebih cucian. Kaget juga ya saya mendapatkan orderan sebanyak ini. PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga selalu memberdayakan nasabah nasabahnya untuk berkontribusi dalam kegiatan PNM," tutur Dini Anggraeni.
Usaha laundry milik Dini Anggraeni terus berkembang pesat sejak mendapatkan sokongan modal dari PNM pada tahun 2021. Berkat pemanfaatan modal usaha tersebut, ia kini berhasil mengoperasikan tiga cabang laundry.
"Mudah mudahan semuanya dilancarkan. Terima kasih pada PNM yang melahirkan harapan baru untuk kami semua," ujar Dini Anggraeni.
Melalui program RE3 FOR-E, PNM membuktikan bahwa tindakan kolektif skala kecil mampu menciptakan dampak sosial yang masif. Pakaian bekas beralih fungsi menjadi berkah bagi penerima sekaligus menjadi stimulus pendapatan bagi pelaku UMKM laundry.