PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten meresmikan fasilitas SPKLU Center di kawasan Aloha PIK 2 sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik. Fasilitas ini mengintegrasikan infrastruktur energi bersih dengan pusat gaya hidup, kuliner, dan hiburan di tepi pantai.
Dilansir dari Suara, kehadiran SPKLU Center ini bertujuan menjadikan transisi energi sebagai bagian dari gaya hidup modern masyarakat. Pengguna kendaraan listrik kini dapat melakukan pengisian daya sembari menikmati wisata kuliner atau suasana pantai di kawasan tersebut.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menyatakan bahwa fasilitas ini telah dilengkapi dengan teknologi Ultra Fast Charging. Teknologi tersebut hadir untuk menjawab kekhawatiran utama para pengguna mengenai durasi pengisian daya baterai kendaraan.
"Melalui SPKLU Center ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses pengisian daya yang cepat, mudah, dan nyaman. Kehadiran SPKLU di kawasan lifestyle seperti Aloha PIK 2 menunjukkan bahwa pengisian daya kini sudah menjadi bagian dari pengalaman hidup masyarakat," kata Adi.
GM PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menjelaskan terdapat enam unit mesin Ultra Fast Charging yang tersedia dengan kapasitas mencapai 120 kW. Keunggulan teknologi ini adalah mampu mengisi daya baterai dari posisi 20 persen ke 80 persen dalam waktu singkat.
"Hanya 15 hingga 30 menit saja," ujar Joharifin menjelaskan durasi pengisian daya pada mesin berkapasitas tinggi tersebut.
Pembangunan fasilitas baru ini sejalan dengan lonjakan penggunaan kendaraan listrik yang sangat signifikan di wilayah Banten selama tahun 2026. Data internal menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik terus tumbuh seiring masifnya pembangunan infrastruktur.
Berdasarkan data Maret-April 2026, transaksi di SPKLU melonjak drastis hingga 25 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka transaksi dilaporkan telah mencapai lebih dari 215 ribu kali penggunaan oleh masyarakat.
Saat ini, tercatat sudah tersedia 253 unit SPKLU yang tersebar di 139 titik di seluruh Provinsi Banten. Pihak PLN menargetkan jumlah infrastruktur pengisian daya ini akan terus bertambah hingga dua kali lipat pada akhir tahun 2026 mendatang.
Kolaborasi dengan pengembang besar seperti Agung Sedayu Group menjadi strategi kunci dalam menempatkan SPKLU di pusat keramaian. Langkah ini membuktikan bahwa transisi energi bersih kini telah menjadi realitas keseharian yang mendukung target Net Zero Emission di Indonesia.