Banyak orang memilih jenis olahraga tertentu demi mempercepat proses pembakaran kalori dan menurunkan berat badan.
Meski demikian, jumlah kalori yang terbakar sebenarnya dipengaruhi oleh beragam faktor, seperti kondisi tubuh dan intensitas latihan, seperti dikutip dari Lifestyle.
Terdapat sejumlah aktivitas fisik yang dinilai sangat efektif dalam memangkas kalori dalam waktu yang relatif singkat.
Pelatih kebugaran Daniel Saltos menjelaskan bahwa lari tetap menjadi salah satu pilihan utama dengan tingkat pembakaran kalori paling tinggi.
ÔÇ£Lari adalah salah satu pembakar kalori terbaik,ÔÇØ kata Saltos.
Menurut Daniel Saltos, seseorang secara rata-rata bisa membakar sekitar 500 hingga 1.000 kalori dalam satu jam berlari, tergantung pada kecepatan serta intensitasnya.
Selain berlari, latihan interval intensitas tinggi atau HIIT menjadi opsi lain yang sangat ampuh untuk memangkas berat badan.
Metode HIIT diterapkan lewat kombinasi gerakan intens berdurasi singkat yang diselingi dengan waktu istirahat yang pendek.
ÔÇ£Karena detak jantung tetap tinggi, tubuh bisa membakar lebih banyak kalori dalam waktu lebih singkat,ÔÇØ ujar Saltos.
Daniel Saltos menyebutkan bahwa latihan HIIT selama 30 menit saja mampu membakar sekitar 400 hingga 600 kalori.
Beberapa contoh gerakan HIIT yang kerap disarankan meliputi lompat tali, plank to pike, serta mountain climbers.
Instruktur pilates Melissa Bentivoglio memaparkan bahwa mountain climbers termasuk dalam kategori latihan intensitas tinggi yang melatih banyak kelompok otot sekaligus.
ÔÇ£Latihan ini melibatkan otot inti, lengan, dan kaki sehingga menjadi latihan seluruh tubuh yang efektif,ÔÇØ katanya.
Manfaat Lompat Tali hingga Olahraga Tinju
Aktivitas sederhana seperti lompat tali rupanya juga menyimpan potensi pembakaran kalori yang cukup besar.
Daniel Saltos menyatakan bahwa olahraga tersebut dapat menghabiskan sekitar 600 sampai 1.000 kalori dalam durasi satu jam.
Bukan sekadar memicu penurunan berat badan, lompat tali juga berkhasiat melatih daya tahan serta koordinasi tubuh.
Di sisi lain, olahraga tinju atau boxing turut direkomendasikan untuk meningkatkan kebugaran sekaligus memotong kalori.
ÔÇ£Boxing membantu membakar sekitar 500 sampai 800 kalori dalam satu sesi latihan,ÔÇØ ujar Saltos.
Pentingnya Latihan Beban dan Pengaturan Diet
Walau olahraga kardio kerap mendominasi program diet, para pelatih menekankan bahwa latihan kekuatan beban tidak boleh dilewatkan.
Daniel Saltos menerangkan bahwa latihan beban memicu tubuh untuk terus melakukan pembakaran kalori bahkan setelah aktivitas olahraga berakhir.
Kondisi ini dinamakan EPOC atau excess post-exercise oxygen consumption, yang merujuk pada lonjakan metabolisme pasca-latihan beban.
Melalui satu jam latihan kekuatan, tubuh manusia rata-rata mampu membakar sekitar 300 hingga 400 kalori.
Pelatih kebugaran Luke Zocchi menambahkan bahwa gerakan yang melatih otot kaki umumnya membakar kalori lebih masif karena menyasar kelompok otot terbesar tubuh.
ÔÇ£Gerakan yang melibatkan banyak otot sekaligus akan membakar lebih banyak kalori,ÔÇØ ujarnya.
Beberapa variasi gerakan beban yang sangat dianjurkan antara lain adalah squat, deadlift, dan thruster.
Di samping faktor olahraga, pengaturan pola makan tetap memegang peranan krusial dalam menyukseskan penurunan berat badan.
Tubuh manusia tetap memerlukan asupan gizi seimbang seperti protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks demi mendukung pemulihan dan performa latihan.
Para pakar turut mengingatkan bahwa pembatasan porsi makan yang terlampau ekstrem justru berisiko menurunkan laju metabolisme dan menguras energi.
Oleh sebab itu, kombinasi antara olahraga teratur dan diet sehat harus berjalan seimbang agar penurunan berat badan berlangsung aman serta bertahan lama.
Aktivitas fisik dalam durasi singkat pun dipastikan tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.
ÔÇ£Jika hanya punya waktu 10 menit untuk olahraga setiap hari, itu tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali,ÔÇØ kata Saltos.