Timnas Spanyol kini dipandang sebagai salah satu kekuatan paling menakutkan menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 mendatang. Status tersebut disandang La Roja setelah mereka sukses mengawinkan gelar juara Euro 2024 dengan trofi UEFA Nations League 2022/2023.
Di bawah kendali pelatih Luis de la Fuente, Spanyol datang ke turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut dengan motivasi tinggi. Mereka bertekad menambah koleksi bintang di jersey mereka setelah kemenangan bersejarah pada edisi 2010 silam.
Rekam Jejak Spanyol dalam Sepuluh Edisi Terakhir
Meski saat ini sedang berada di puncak performa, perjalanan Timnas Spanyol di panggung dunia sepanjang sepuluh edisi terakhir sebenarnya dipenuhi dinamika. Mereka pernah merasakan manisnya angkat piala, namun tak jarang pula harus tersingkir secara menyakitkan melalui drama adu penalti.
Berikut adalah rincian perjalanan serta pencapaian La Roja dalam beberapa dekade terakhir di turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut.
Daftar Perjalanan Timnas Spanyol di Piala Dunia:
- Meksiko 1986: Langkah mereka terhenti di babak perempat final setelah kalah adu penalti 4-5 dari Belgia, padahal sebelumnya sempat melumat Denmark dengan skor telak 5-1.
- Italia 1990: Meski sempat meyakinkan sebagai juara grup, Spanyol harus angkat koper di babak 16 besar setelah ditaklukkan Yugoslavia melalui babak perpanjangan waktu.
- Amerika Serikat 1994: La Roja kembali berhasil menembus babak perempat final, namun impian mereka menuju semifinal dikandaskan oleh Italia dengan skor tipis 1-2.
- Prancis 1998: Edisi ini menjadi salah satu catatan terburuk dalam sejarah sepak bola Spanyol karena mereka langsung gugur di fase grup secara mengejutkan.
Daftar di atas memperlihatkan bahwa sebelum mencapai masa keemasan, Spanyol sering kali menemui hambatan besar di fase gugur. Faktor mental dalam menghadapi tekanan adu penalti sering kali menjadi titik lemah tim ini.
Ambisi dan Tantangan di Masa Depan
Kegagalan di masa lalu, termasuk saat tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar lewat adu penalti, menjadi pelajaran berharga bagi skuad saat ini. Kehadiran generasi baru yang lebih segar memberikan harapan bahwa Spanyol bisa tampil lebih konsisten di turnamen besar.
Berikut adalah ringkasan performa Spanyol pada beberapa edisi yang telah disebutkan sebelumnya:
| Edisi Piala Dunia | Pencapaian Tertinggi | Penyebab Kekalahan |
|---|---|---|
| Meksiko 1986 | Perempat Final | Adu Penalti vs Belgia |
| Italia 1990 | Babak 16 Besar | Perpanjangan Waktu vs Yugoslavia |
| AS 1994 | Perempat Final | Kalah 1-2 dari Italia |
| Prancis 1998 | Fase Grup | Gagal Bersaing di Grup |
Data tersebut menunjukkan bahwa Spanyol memiliki sejarah panjang yang penuh dengan perjuangan untuk bisa menembus dominasi tim besar lainnya. Kini, dengan modal dua gelar juara bergengsi di tingkat Eropa, publik dunia menanti apakah La Roja mampu kembali mengulang kejayaan tahun 2010.
Ambisi besar Spanyol untuk meraih gelar juara dunia kedua bukan tanpa alasan, mengingat kematangan taktik yang mereka tunjukkan belakangan ini. Konsistensi pemain muda dan pengalaman pemain senior menjadi kunci utama bagi armada Luis de la Fuente di Piala Dunia 2026.