Phil Foden Cetak Dua Assist Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0

Phil Foden Cetak Dua Assist Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0
Foto: Ilustrasi Phil Foden Cetak Dua Assist Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0.

Visi bermain Phil Foden menjadi pembeda utama saat Manchester City berhasil menundukkan Crystal Palace dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa skuat asuhan Pep Guardiola tetap tajam meski tanpa ketergantungan penuh pada penyerang murni.

Dilansir dari Suara, dua umpan kunci atau assist dari Foden menjadi titik balik bagi The Citizens yang sempat kesulitan menembus pertahanan rendah lawan. Hasil positif ini membuat Manchester City kini hanya terpaut dua poin dari Arsenal yang berada di posisi pertama klasemen sementara.

Aksi individu Foden yang berujung assist pada babak pertama dinilai sebagai pengubah mentalitas bertanding tim. Persaingan memperebutkan gelar juara Liga Inggris pun dipastikan tetap sengit hingga pekan-pekan terakhir kompetisi musim 2026 ini.

Performa apik pemain berusia 25 tahun tersebut seolah membungkam keraguan publik setelah sebelumnya ia lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Kontribusi krusial ini mengirimkan pesan kuat kepada para pesaing bahwa perburuan takhta juara belum berakhir bagi City.

"Saya memeriksa beberapa kali sebelum menerima bola dan saya melihat Ant [Semenyo] membuat gerakan yang bagus," kata Foden saat menjelaskan proses terjadinya gol pembuka.

Keberanian sang gelandang dalam mengambil risiko teknis di area pertahanan lawan menjadi kunci terciptanya ruang tembak. Kecepatan pengambilan keputusan Foden terbukti efektif dalam membongkar strategi bertahan total yang diterapkan oleh tim tamu.

"Ini adalah salah satu momen di mana terkadang hal itu tidak berhasil," ujar Foden.

Meskipun catatan gol pribadinya sempat terhenti sejak Desember lalu, kreativitas Foden tetap mendapat apresiasi tinggi dari para pengamat sepak bola. Mantan pemain belakang Manchester City, Micah Richards, bahkan memuji eksekusi umpan tersebut sebagai tindakan yang memukau secara teknis.

"Terkadang sebuah risiko layak diambil dan saya sangat senang hal itu membuahkan hasil dan kami mencetak gol darinya. Sangat gembira bisa berkontribusi pada gol dan membantu rekan-rekan meraih tiga poin yang merupakan hal terpenting," tutur Foden.

Penampilan gemilang Foden ini juga memperkuat posisinya di mata pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. Meskipun persaingan di lini tengah internasional sangat ketat, kecerdasan taktis Foden dinilai sangat dibutuhkan untuk menghadapi turnamen besar mendatang.

"Inilah mengapa saya mencintainya. Backheel kecil itu sangat sensasional," kata Richards melalui Sky Sports.

Status Foden sebagai produk asli akademi memberikan makna emosional tersendiri bagi para pendukung setia di stadion. Keberhasilannya menembus tim utama dan memberikan dampak besar dianggap sebagai prestasi yang mempesona bagi perkembangan talenta lokal klub.

"Saya ingin dia bermain dengan sangat baik karena dia berasal dari akademi. Itu jauh lebih berarti. Menghasilkan hal seperti ini dari akademi, visi dan cara mengeksekusi operan itu sangat mempesona bagi saya," ujar Richards.

Micah Richards juga memberikan pembelaan terkait peran strategis Foden saat menghadapi lawan yang menggunakan blok pertahanan rendah. Menurutnya, Foden memiliki kemampuan langka untuk membuka celah gol di saat pemain sayap konvensional lainnya menemui jalan buntu.

"Ada pertandingan tertentu ketika Anda akan bermain melawan tim yang menggunakan blok rendah. Dia [Foden] adalah orang yang bisa membuka gerbang gol," kata Richards.

Meski Thomas Tuchel diketahui menyukai gaya bermain intensitas tinggi seperti Morgan Rogers, kecerdasan sepak bola Foden dinilai tetap menjadi aset berharga. Richards meyakini bahwa kemampuan Foden menciptakan momen ajaib bisa menjadi faktor penentu dalam tekanan tinggi Piala Dunia.

"Saya tahu dia [Tuchel] menyukai Morgan Rogers yang berbeda dan lebih intens dengan tekanan mereka, tetapi dalam hal operan dan IQ otak sepak bola, saya akan membawanya," ucap Richards.

Kekaguman Pep Guardiola

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, secara terbuka memuji insting organik sang pemain yang dianggap sangat menyatu dengan permainan tim. Kualitas individu Foden disebut sebagai solusi efektif untuk meruntuhkan strategi bertahan lawan yang sering menyulitkan tim-tim besar.

"Pertandingan jenis ini, mereka bermain dengan blok rendah, itu adalah bakat bagi para pemain sayap, seperti Phil pada gol pertama," kata Guardiola kepada BBC Match of the Day.

Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa peran Foden akan terus menjadi bagian krusial dalam rencana jangka panjang klub. Guardiola merasa puas dengan kualitas yang ditunjukkan Foden dan senang melihat apresiasi yang diberikan oleh para pendukung di stadion.

"Jenis permainan seperti ini, kualitas membuat perbedaan dan Phil memiliki banyak kualitas itu di dalam tubuhnya. Saya sangat senang dan puas," tutur Guardiola.

Guardiola juga tersentuh dengan penghormatan luar biasa dari publik saat Foden ditarik keluar dari lapangan pertandingan. Menurutnya, cinta dari para penggemar adalah bentuk pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan sang pemain selama bertahun-tahun di klub.

"Dia harus memiliki peran besar di masa depan. Kami menginginkan yang terbaik untuk Phil dan Phil harus memberikan apa yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun. Dia merasakan bagaimana orang-orang mencintainya, tepuk tangan meriah dari aksinya. Orang-orang ingin dia bahagia," ujar Guardiola.

Kini, nasib gelar juara Liga Inggris sangat bergantung pada konsistensi Arsenal dalam dua laga sisa melawan Burnley dan Crystal Palace. Jika Arsenal berhasil menyapu bersih poin, maka perjuangan keras Manchester City untuk mempertahankan gelar juara terancam berakhir sia-sia.

"Tergantung pada mereka [Arsenal]. Jika mereka memenangkan dua pertandingan, tidak ada yang bisa dilakukan, tidak ada yang perlu dibicarakan. Yang bisa kami lakukan hanyalah berada di sana untuk berjaga-jaga," kata Guardiola.

Saat ini, kedua rival utama tersebut bersaing sangat ketat di papan atas klasemen dengan keunggulan selisih gol masih dipegang oleh City. Pertarungan domestik ini tetap terbuka hingga hari terakhir kompetisi pada 24 Mei mendatang, di mana City juga mengincar potensi gelar ganda bersama trofi Piala FA dan Liga Champions.

Artikel terkait

Rekomendasi