PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGN) menginisiasi Program Pengelolaan Sampah Plastik terintegrasi untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi pada Rabu (6/5/2026). Program ini diluncurkan sebagai upaya perusahaan membangun ekosistem kerja yang bertanggung jawab melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular di lingkungan internal.
Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transformasi budaya keberlanjutan perusahaan, sebagaimana dilansir dari Lestari. PGN berfokus pada kolaborasi lintas fungsi untuk meningkatkan kesadaran terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, PGN berupaya membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab serta meningkatkan kesadaran terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG)," jelas Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN.
Sistem yang disiapkan mencakup tahapan menyeluruh mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan akhir. Untuk mengelola sampah yang telah terkumpul, PGN menjalin kemitraan dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah serta mendapat pendampingan dari sejumlah mitra strategis seperti Kompas dan National Geographic Indonesia.
Division Head CSR PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, menyatakan bahwa sinergi tersebut bertujuan memperkuat kampanye lingkungan di masyarakat. Kerja sama dengan pihak eksternal diharapkan mampu menyebarkan pesan pelestarian alam secara lebih luas.
"Sinergi ini bertujuan untuk memastikan pesan pelestarian lingkungan tersampaikan secara luas dan efektif," jelas Krisdyan Widagdo Adhi, Division Head CSR PGN.
Implementasi program ini juga menyasar komunitas Bajaj Gas melalui mekanisme penukaran botol plastik dengan kupon diskon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG). Setiap botol plastik dihargai Rp 400 dengan batas maksimal 61 botol per peserta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT PGN ke-61.
Pada tahap akhir, limbah yang terkumpul akan diproses melalui hilirisasi produktif menjadi barang siap pakai. Krisdyan menjelaskan bahwa hasil olahan sampah plastik tersebut akan berbentuk produk fisik yang dapat digunakan kembali di area operasional perusahaan.
"Limbah tersebut akan ditransformasi menjadi barang-barang seperti furniture dan paving block yang dapat dimanfaatkan di lingkungan perusahaan," tambah Krisdyan Widagdo Adhi, Division Head CSR PGN.
Langkah pengolahan limbah menjadi produk ekonomi ini menjadi bukti nyata PGN dalam meminimalkan dampak lingkungan. Transformasi sampah menjadi aset industri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat luas.