Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton untuk mengawal musim tanam nasional di tengah dinamika rantai pasok global. Langkah strategis ini dipastikan oleh perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani pada Rabu, 13 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Data ketersediaan pupuk per 10 Mei 2026 mencakup 166.324 ton NPK Phonska, 32.054 ton Urea, serta 16.611 ton organik Petroganik. Selain itu, perusahaan juga menyediakan 2.720 ton ZA dan 1.939 ton SP-36 yang telah tersebar di jaringan distribusi nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menjelaskan bahwa berbagai langkah optimasi fasilitas produksi terus dilakukan guna menjaga kontinuitas operasional. Perusahaan berupaya memperkuat stok agar kebutuhan petani tetap terpenuhi tepat waktu.
"Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga," ujar Daconi.
Upaya antisipasi gangguan logistik dilakukan melalui diversifikasi negara asal pasokan bahan baku seperti phosphate rock, potash, dan sulphur. Petrokimia Gresik juga mengamankan kontrak jangka panjang untuk kebutuhan bahan baku selama enam hingga dua belas bulan ke depan.
"Di sisi operasional, Petrokimia Gresik memastikan kesiapan fasilitas produksi dan operasional perusahaan agar produksi pupuk tetap berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan musim tanam nasional," tandas Daconi.
Stok yang disiapkan saat ini telah berada di titik-titik distribusi untuk segera disalurkan kepada penerima sesuai aturan. Daconi berharap kesiapan ini dapat memberikan ketenangan bagi petani dalam menjalani masa tanam periode April hingga September.
"Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima di PPTS (Penerima Pupuk pada Titik Serah) sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani tidak perlu khawatir, musim tanam AprilÔÇôSeptember bisa dijalani dengan optimal," ujar Daconi.
Kelancaran distribusi ini didukung oleh penyederhanaan tata kelola melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres 113/2025. Peraturan baru ini memangkas 145 aturan menjadi satu regulasi induk untuk mempercepat penyerapan pupuk bersubsidi di tingkat nasional.
Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional hingga 10 Mei 2026 telah mencapai 3,46 juta ton atau sekitar 35 persen dari total alokasi tahunan sebesar 9,85 juta ton. Capaian ini tercatat 35 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Daconi menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawasi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan pemerintah sebesar 20 persen. Pengawasan ketat dilakukan di setiap kios resmi guna mencegah peredaran produk palsu di pasar.
"Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga," tutup Daconi.