Peternak di Bekasi Jual Ribuan Sapi Menjelang Idul Adha 2026

Peternak di Bekasi Jual Ribuan Sapi Menjelang Idul Adha 2026
Foto: Ilustrasi Peternak di Bekasi Jual Ribuan Sapi Menjelang Idul Adha 2026.

Permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 di Kabupaten Bekasi dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penjualan tersebut mendatangkan omzet hingga miliaran rupiah seiring tingginya antusiasme masyarakat untuk berkurban pada Senin (18/5/2026).

Lonjakan pembelian ini dirasakan oleh Saiful Nyamat (43), seorang pemilik peternakan sapi dan domba di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ribuan ekor sapi serta ratusan domba dan kambing di peternakannya telah habis terjual, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Walaupun ekonomi lagi kurang bagus, antusiasme masyarakat untuk berkurban tahun ini sangat luar biasa. Alhamdulillah untuk sapi Bali sudah sold out 2.901 ekor tahun ini," ujar Saiful, pemilik peternakan.

Usaha peternakan yang dirintis sejak tahun 2008 ini memiliki kapasitas tampung hingga 3.500 ekor sapi. Namun, keterbatasan populasi membuat peternakan tersebut kini masih kekurangan pasokan sebanyak 165 ekor sapi guna memenuhi permintaan yang terus berdatangan.

"Tahun ini ada peningkatan penjualan, ya. Tapi kuota sapinya yang enggak ada. Sudah mulai habis populasi sapi Bali di sana. Saat ini kami masih kekurangan stok 165 ekor," kata Saiful.

Sapi jenis Bali menjadi varian yang paling diminati oleh masyarakat di Kabupaten Bekasi dibandingkan jenis lain seperti limosin, Peranakan Ongole (PO), maupun Brahman. Guna mengatasi kekurangan stok, peternakan ini tengah menunggu tambahan pengiriman langsung dari wilayah Bali.

"Alhamdulillah dari Pak Gubernur Bali, kuota tahun ini ditambah lagi 250 ekor," kata Saiful.

Selain masalah keterbatasan stok, harga jual sapi pada tahun ini juga mengalami kenaikan akibat berkurangnya kuota pengiriman dari daerah pemasok. Peternakan milik Saiful menerapkan sistem penjualan berdasarkan berat per kilogram dengan metode timbang langsung di lokasi.

"Untuk harga tahun ini ada kenaikan. Dari sebelumnya Rp 63.000, sekarang naik Rp 3.000 jadi Rp 66.000 per kilo," ujar Saiful.

Meskipun terjadi fluktuasi harga, total omzet penjualan pada momen menjelang Idul Adha kali ini dinilai tetap stabil. Harga per ekor sapi yang ditawarkan sangat bervariasi, berkisar antara belasan juta hingga ratusan juta rupiah tergantung pada bobot dan ukuran hewan.

"Kalau omzet saya kira stabil. Kami memang ambil per kilo. Jadi satu sapi di sini sistemnya timbang jual faktur. Paling rendah di harga Rp 15 juta untuk sapi Bali sampai Rp 100 juta," kata Saiful.

Di area peternakan tersebut, terdapat sapi yang memiliki bobot maksimal hingga mencapai 1,2 ton. Sebagai bentuk langkah pemulihan bisnis, Saiful juga mengenang masa sulit saat usahanya terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun silam.

"Waktu zaman PMK kami sempat goyah. Tapi alhamdulillah karena modal kepercayaan dari kualitas pakan dan obat-obatan, serta didukung dokter hewan, akhirnya bisa bangkit sampai sekarang," ujar Saiful.

Untuk menjaga kualitas hewan, pemeriksaan kesehatan secara rutin dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saiful menekankan bahwa keberhasilan peternakannya sangat bergantung pada pengelolaan pakan yang diproduksi secara mandiri.

"Semua orang bisa beternak, tapi manajemen pakan yang sulit. Jadi kami menciptakan pakan sendiri," kata Saiful.

Bahan baku pakan di peternakan ini memanfaatkan sisa-sisa pabrik seperti campuran pelet, onggok singkong, bungkil, kopra, tetes molase, serta fermentasi rumput. Penggunaan bahan baku tersebut dinilai lebih ekonomis namun tetap mampu menghasilkan kualitas ternak yang baik.

"Karena bahan baku pakan didapat lebih murah dari sisa-sisa pabrik, alhamdulillah pakannya ekonomis dan kualitasnya bagus," ujar Saiful.

Konsumen yang mendatangi peternakan ini datang dari berbagai latar belakang, mulai dari warga lokal hingga kalangan tokoh publik. Penjualan hewan kurban sendiri sudah mulai mengalami kepadatan sejak 20 hari sebelum Idul Adha.

"Pembeli di sini dari masyarakat biasa sampai ulama, artis, dan pejabat. Terutama kalangan artis paling banyak di sini," kata Saiful.

Saat ini stok sapi dengan bobot 350 hingga 380 kilogram sudah habis terjual karena menjadi ukuran yang paling banyak dicari. Sebaliknya, pasokan untuk hewan kurban dengan ukuran yang lebih besar masih tersedia di area kandang.

"Kalau ukuran 400 sampai 500 kilogram ke atas masih banyak stoknya," ujar Saiful.

Merespons tingginya aktivitas menjelang hari raya, pengelola peternakan telah menambah jumlah pekerja serta memperketat sistem keamanan di sekitar area kandang. Saiful berharap seluruh rangkaian ibadah kurban tahun ini dapat berjalan dengan lancar bagi para pembeli.

"Harapannya tahun ini semua pedagang atau jemaah yang sudah beli kurban diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran," pungkas Saiful.

Artikel terkait

Rekomendasi