Peta Persaingan Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026

Peta Persaingan Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Peta Persaingan Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 di Amerika Utara tinggal hitungan minggu, dan para kandidat kuat sudah mempersiapkan diri dengan intens. Panggung sepak bola tertinggi jagat raya ini bersiap menyambut pertarungan sengit para raksasa yang datang dengan ambisi, generasi baru, serta sisa-sisa kejayaan para megabintang di ujung karier mereka.

Ambisi Terakhir Les Bleus dan Kedalaman Skuad Spanyol

Perancis, sang juara dua kali, akan menjalani turnamen terakhir di bawah pelatih Didier Deschamps yang telah memimpin sejak 2012. Langkah penutup era Deschamps ini dipersenjatai dengan skuad menakutkan yang menampilkan Ousmane Dembele, Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Rayan Cherki.

Catatan performa mereka begitu meyakinkan. Les Bleus tercatat tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 2-1 atas Brasil dan 3-1 atas Kolombia, meski kedua laga tersebut menggunakan susunan pemain yang berbeda.

Di sisi lain, Spanyol datang dengan modal kestabilan yang luar biasa. La Roja belum terkalahkan sejak meraih trofi Euro 2024 dan kini mengandalkan kualitas pemain bintang seperti Rodri dan Pedri. Kendati demikian, armada Spanyol harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan bintang muda Lamine Yamal dan Fermin Lopez akibat hantaman cedera.

Masalah kelengkapan skuad Spanyol tidak berhenti di situ. Mikel Merino dari Arsenal, yang menjadi pencetak delapan gol untuk Spanyol dalam 10 pertandingan sepanjang tahun 2025, juga belum bermain lagi sejak Januari. Walau diterpa badai absennya pilar penting, La Roja dinilai tetap memiliki kedalaman dan kualitas yang mengerikan di sektor lini tengah serta lini serangannya.

Tarian Terakhir Messi dan Harapan Baru Tiga Singa

Beralih ke zona Amerika Selatan, Argentina berambisi besar untuk mempertahankan gelar Piala Dunia 2022 yang mereka raih di Qatar. Sorotan utama tentu tertuju pada sosok Lionel Messi yang meski akan berusia 39 tahun, tetap tampil impresif bersama klubnya, Inter Miami. Langkah sang kapten akan disokong oleh talenta menyerang muda yang melimpah seperti Lautaro Martinez, Julian Alvarez, dan Nico Paz.

Tim asuhan Lionel Scaloni ini memiliki modal mental yang sangat kuat setelah menjuarai Copa America 2024 dan memimpin klasemen kualifikasi Amerika Selatan. Atas dasar itulah, Argentina tetap menjadi pesaing serius di turnamen ini, meskipun masa-masa kejayaan terbaik seorang Messi mungkin akan sulit untuk terulang kembali secara identik.

Sementara itu, Inggris menaruh harapan besar pada sosok juru taktik anyar mereka, Thomas Tuchel. Kehadiran Tuchel diharapkan mampu mengantar skuad Tiga Singa meraih gelar juara dunia pertama mereka sejak tahun 1966, setelah dalam beberapa kesempatan sebelumnya kerap kali nyaris sukses saat masih berada di bawah kendali Gareth Southgate.

Tugas Tuchel dipastikan tidak mudah karena performa beberapa pemain kunci seperti Jude Bellingham dan Cole Palmer belakangan ini dinilai belum stabil. Untuk menggedor jala lawan, Harry Kane diharapkan mampu melanjutkan performa luar biasanya bersama Bayern Munich, di mana ia telah sukses mencetak 58 gol musim ini, demi membawa Inggris melangkah jauh dan menembus kejayaan di Piala Dunia 2026.

Dinamika Selecao, Krisis Brasil, dan Pembuktian Jerman

Kandidat dari Eropa lainnya, Portugal, yang sepanjang sejarah belum pernah menembus babak semifinal Piala Dunia, kini tetap menjadi kandidat serius dengan komposisi lini tengah yang bertabur bintang. Nama-nama kreatif seperti Vitinha, Joao Neves, Bernardo Silva, dan Bruno Fernandes akan menjadi motor serangan utama.

Namun, tantangan tersendiri membayangi internal Selecao das Quinas. Keberadaan sosok megabintang veteran Cristiano Ronaldo yang kini telah berusia 41 tahun dinilai berpotensi mempengaruhi dinamika permainan tim secara keseluruhan di atas lapangan.

Situasi berbeda justru sedang melanda raksasa sepak bola Amerika Selatan, Brasil. Selecao di bawah arahan pelatih berpengalaman Carlo Ancelotti saat ini sedang menghadapi krisis identitas serta kedalaman skuad. Harapan bertumpu pada Neymar yang baru kembali setelah lama absen akibat cedera, serta Vinicius Junior yang diplot memimpin lini serang, dalam upaya membawa Brasil menembus kembali prestasi tertinggi sejak gelar kelima yang mereka raih pada tahun 2002 silam.

Terakhir, ada Jerman yang datang ke turnamen dengan status yang tidak terlalu diunggulkan. Tim asuhan Julian Nagelsmann ini bahkan tertinggal dari negara-negara seperti Belanda, Maroko, dan Belgia dalam urusan peringkat FIFA terbaru.

Walaupun demikian, sejarah dan mentalitas Die Mannschaft tidak bisa dipandang remeh begitu saja. Kualitas individu dari pemain sekelas Joshua Kimmich, Florian Wirtz, dan Kai Havertz memastikan bahwa Jerman akan tetap diperhitungkan oleh lawan-lawannya, meskipun target untuk keluar sebagai juara dunia kali ini terlihat sangat berat bagi mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi