Kabar duka menyelimuti jagat sepak bola Pescara 1936 setelah tim tersebut dipastikan turun kasta ke divisi ketiga Italia atau Serie C. Kepastian pahit ini didapat usai Pescara 1936 hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Spezia pada laga pamungkas musim reguler, Jumat 10 Mei 2026 waktu setempat.
Dilansir dari Bola, kegagalan mempertahankan posisi di kompetisi kasta kedua tersebut memicu gelombang amarah dari para pendukung setianya. Hasil imbang ini tidak hanya membuat Pescara 1936 terjerembap ke kasta bawah, tetapi juga menyeret sang lawan, Spezia, ke nasib yang serupa.
Keduanya kini harus rela berkompetisi di Serie C musim depan bersama Reggiana yang juga sudah dipastikan terdegradasi lebih awal. Sementara itu, persaingan di papan bawah masih menyisakan duel hidup-mati antara Bari dan Sudtirol yang akan bertemu dalam babak play-off degradasi.
Atmosfer panas di dalam stadion seketika meluap ke area luar sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Para pendukung garis keras atau Ultras yang tidak puas dengan performa tim mulai menunjukkan aksi protes yang anarkis sebagai bentuk kekecewaan.
Massa mencemooh para pemain dengan keras sebelum akhirnya terlibat ketegangan dengan pihak keamanan di area gerbang stadion. Kelompok suporter yang marah tersebut mencoba merangsek masuk dan terlibat bentrok fisik dengan petugas kepolisian yang berjaga.
Berdasarkan laporan di lapangan, massa mulai melemparkan petasan ke arah petugas yang berupaya mengamankan situasi. Aksi pelemparan petasan ini menciptakan suasana mencekam di luar stadion akibat kegagalan tim bertahan di kompetisi Serie B.
Keberhasilan Venezia dan Frosinone ke Serie A
Situasi di markas Pescara 1936 berbanding terbalik dengan euforia yang terjadi di papan atas klasemen. Di saat tim-tim tertentu harus turun kasta, Venezia justru merayakan keberhasilan mereka menjadi juara kasta kedua musim 2025-2026.
Tim asuhan Giovanni Stroppa tersebut memastikan diri promosi kembali ke Serie A setelah meraih kemenangan 2-0 atas Palermo. Kesuksesan Venezia diikuti oleh Frosinone yang berhasil mengunci posisi runner-up pada klasemen akhir musim ini.
Kemenangan telak 5-0 atas Mantova memastikan Frosinone mengumpulkan total 81 poin. Hasil tersebut membuat Frosinone berhak menemani Venezia naik ke kasta tertinggi sepak bola Italia musim depan setelah hanya satu tahun terdegradasi.
Peta Persaingan Jalur Play-off Promosi
Meskipun dua tiket otomatis sudah diamankan, drama di kasta kedua Liga Italia belum sepenuhnya berakhir. Sejumlah tim masih akan memperebutkan satu tiket tersisa menuju divisi utama melalui jalur play-off yang kompetitif.
Monza dan Palermo yang finis di urutan ketiga dan keempat klasemen sudah menunggu lawan mereka di babak semifinal. Sementara itu, Catanzaro dijadwalkan akan berhadapan dengan Avellino dalam laga penyisihan satu leg.
Pada pertandingan lainnya, Modena bakal bersua Juve Stabia pada Selasa, 12 Mei mendatang. Pemenang dari laga-laga ini akan terus berjuang dalam format dua leg hingga partai final pada akhir Mei untuk menentukan tim terakhir yang naik ke kasta tertinggi.