Perusahaan Swasta Rekrut 30 Persen Peserta Magang Nasional

Perusahaan Swasta Rekrut 30 Persen Peserta Magang Nasional
Foto: Ilustrasi Perusahaan Swasta Rekrut 30 Persen Peserta Magang Nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan swasta telah merekrut sekitar 20 hingga 30 persen peserta Program Magang Nasional Batch 1 untuk menjadi pegawai tetap pada Jumat (24/4/2026). Tingginya angka penyerapan ini menunjukkan respons positif dari dunia usaha terhadap kualitas para peserta yang telah menyelesaikan masa kerja selama enam bulan.

Data internal kementerian menunjukkan tren pengangkatan karyawan yang signifikan pascaprogram berakhir. Dilansir dari Detik Finance, pemerintah sedang melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan jumlah pasti peserta yang langsung mendapatkan kontrak kerja di sektor swasta.

Penegasan mengenai keberhasilan penyerapan tenaga kerja tersebut disampaikan oleh Yassierli saat menghadiri agenda resmi kementerian. Ia memaparkan hasil pemantauan lapangan terhadap interaksi antara perusahaan dan peserta magang.

"Berdasarkan monitoring yang kita lakukan, respons dari perusahaan, saya lihat sangat baik ada yang sudah merekrut 20% dari yang magang, ada yang sudah 30% dan ini yang sekarang sedang kita data," kata Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan.

Meskipun penyerapan di sektor swasta berjalan progresif, proses serupa tidak bisa langsung diterapkan pada peserta yang magang di instansi pemerintah. Hal ini disebabkan oleh regulasi pengangkatan aparatur negara yang memiliki jalur khusus.

"Batch satu yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan. Kami sedang menghitung kalau kita exclude yang dari kementerian dan lembaga. Karena kalau kementerian dan lembaga direkrutnya harus mengalami mekanisme CPNS. Mengikuti tanggal dari Kementerian PAN-RB, kapan ini dibuka dan berapa kuotanya," jelas Yassierli.

Situasi berbeda ditemukan pada beberapa mitra perusahaan yang terkendala masalah manajerial internal untuk menambah jumlah karyawan baru. Namun, Menaker meyakini pengalaman yang didapat selama program tetap menjadi modal berharga bagi karier peserta di tempat lain.

"Ada juga perusahaan yang ingin, 'Pak Menteri, kami lihat adik-adik peserta magang ini bagus-bagus mereka. Kami ingin rekrut, tapi sayang kita belum bisa merekrut saat ini.' Itu karena ada kondisi internal perusahaan dan seterusnya. Tapi tentu kalau adik-adik yang magang sudah dibilang bagus oleh perusahaannya, saya yakin adik-adik bisa sukses di masa depan," papar Yassierli.

Berdasarkan data statistik program, dari total 16.112 peserta yang dinyatakan lolos seleksi awal, sebanyak 11.949 orang berhasil bertahan hingga akhir masa program. Peserta aktif tersebut terbagi menjadi dua kelompok, yakni peserta batch 1A sebanyak 11.110 orang dan batch 1B sebanyak 839 orang.

Artikel terkait

Rekomendasi