Pandemi Covid-19 memicu perubahan gaya hidup masyarakat yang diprediksi akan mengubah desain perumahan, apartemen, hingga pusat perbelanjaan secara permanen. Fenomena ini didorong oleh masifnya penggunaan jasa pengiriman daring untuk kebutuhan sehari-hari selama masa wabah melanda.
CEO PTI Architects, Doddy Tjahjadi, mengungkapkan dalam diskusi daring bertema A New Concept For A New Normal pada Sabtu (11/7/2020) bahwa sektor pengiriman makanan menjadi tren paling dominan. Perubahan perilaku ini muncul karena masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan demi menghindari risiko infeksi virus.
"Yang paling tren adalah food delivery," ujar Doddy Tjahjadi, CEO PTI Architects.
Dilansir dari Properti, masifnya aktivitas kurir menimbulkan tantangan baru pada aspek privasi dan keamanan di kawasan hunian. Jika satu klaster perumahan terdiri dari ratusan rumah, kehadiran pengemudi ojek daring yang keluar-masuk setiap hari dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi kejahatan.
"Bagaimana orang membiarkan orang masuk ke dalam kawasan yang biasanya aman tanpa pagar?" ucap Doddy Tjahjadi, CEO PTI Architects.
Selain perumahan, gedung perkantoran dan apartemen juga diprediksi akan mengalami penyesuaian arsitektur. Pemilik gedung dipertimbangkan untuk menyediakan fasilitas lobi khusus guna memisahkan akses kurir dengan penghuni atau pekerja gedung.
"Bagaimana kita mendesain lobi karena tiap-tiap di gedung perkantoran banyak orang mengirim makanan. Bagaimana kita harus menerima? Apakah akan ada lobi kedua?" kata Doddy Tjahjadi, CEO PTI Architects.
Desain restoran juga diperkirakan akan berubah dengan penyediaan ruang tunggu khusus bagi pengemudi ojek daring. Begitu pula dengan area pertokoan dan mal yang membutuhkan ruang parkir sementara agar kendaraan kurir tidak memenuhi pinggir jalan umum.
"Karena sekarang desain kantor dan kompleks biasanya ada taxy rank, sekarang harus ada tempat parkir sementara untuk 30-40 ojek online," tuntas Doddy Tjahjadi, CEO PTI Architects.