Penyaluran Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Tumbuh 756 Persen

Penyaluran Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Tumbuh 756 Persen
Foto: Ilustrasi Penyaluran Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah Tumbuh 756 Persen.

Penyaluran produk pembiayaan emas Flexi Gold di Bank Mega Syariah melonjak lebih dari 756 persen hingga Maret 2026 dibandingkan posisi Desember 2025. Pertumbuhan signifikan ini terjadi pada Jumat (24/4/2026) di tengah tren masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen perlindungan nilai aset utama saat gejolak ekonomi global.

Data kinerja positif tersebut dilansir dari Detik Finance, yang menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi aset fisik. Jakarta tercatat mendominasi pasar nasional dengan kontribusi mencapai 41,79 persen dari total nilai pemesanan, diikuti Tangerang 14,08 persen dan Palembang 7,15 persen.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, menjelaskan bahwa profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan fungsi yang sangat mendasar. Emas dinilai unggul sebagai pelindung dari dampak inflasi serta ketidakstabilan ekonomi saat ini.

"Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, emas semakin dipandang sebagai alat proteksi nilai. Kami melihat adanya pergeseran perilaku investor, di mana emas kini menjadi instrumen utama dalam strategi investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap," ujar Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah.

Pihak bank merespons minat ini dengan menyediakan fasilitas pembiayaan logam mulia 24 karat yang memiliki tenor fleksibel satu hingga lima tahun. Skema ini telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia mengenai murabahah dan rahn.

"Melalui Flexi Gold, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Dengan cicilan yang ringan dan terjangkau, nasabah dapat membangun portofolio investasi jangka panjang secara disiplin sekaligus memanfaatkan momentum penguatan harga emas," tambah Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah.

Dominasi emas sebagai aset pilihan juga diperkuat oleh data eksternal yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik. Berdasarkan survei Populix pada Januari 2026, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap emas mencapai 80 persen, melampaui uang tunai yang hanya berada di angka 7 persen.

Kesenjangan tersebut terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain yang memiliki tingkat volatilitas lebih tinggi. Aset seperti saham hanya mencatatkan angka 3 persen, obligasi 2 persen, sementara mata uang asing dan kripto masing-masing hanya menyentuh angka 1 persen.

Kondisi pasar domestik ini sejalan dengan tren global di mana bank sentral dunia terus memperkuat cadangan mereka. World Gold Council melaporkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral global telah melampaui 1.000 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir, yang merupakan salah satu level tertinggi dalam sejarah.

Artikel terkait

Rekomendasi