Program Srikandi Mandiri yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di wilayah Palembang. Inisiatif ini dikelola melalui Integrated Terminal (IT) Palembang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Dilansir dari Kompas, fokus utama program ini adalah meningkatkan kapasitas ekonomi bagi ibu rumah tangga dan warga binaan. Awalnya, kegiatan ini bermula dari pembinaan Kelompok Wanita Hidroponik di Kelurahan Mariana, Kabupaten Banyuasin, yang melibatkan 20 orang anggota.
Keberhasilan program tersebut kemudian mendorong perluasan jangkauan hingga ke Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang. Melalui skema berbagi pengetahuan, inisiatif ini berkembang menjadi pembinaan yang intensif bagi para warga binaan di lembaga pemasyarakatan tersebut.
Saat ini, tercatat sebanyak 20 anggota kelompok hidroponik dan 40 warga binaan lapas berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan. Para peserta tidak hanya diajarkan teknik bercocok tanam tanpa tanah, tetapi juga cara mengolah hasil panen menjadi produk konsumsi.
Beberapa produk bernilai tambah yang berhasil diproduksi antara lain keripik sayur, pempek sayur, hingga berbagai jenis kue kering berbahan dasar sayuran. Diversifikasi produk ini bertujuan untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi dari hasil budidaya hidroponik mereka.
Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan secara finansial. Kelompok dilaporkan mampu meraup tambahan penghasilan hingga Rp3 juta setiap bulannya, tergantung pada tingkat aktivitas usaha yang dijalankan oleh para anggota.
Dukungan Terhadap Kemandirian Perempuan
Ketua Kelompok Srikandi Mandiri, Rahmawati, mengungkapkan bahwa inisiatif ini memberikan dampak positif bagi kepercayaan diri para anggotanya. Pengetahuan baru yang diperoleh menjadi modal penting untuk merintis usaha bersama di lingkungan mereka.
"Melalui program ini, kami mendapat keterampilan baru dan kesempatan untuk mencoba usaha bersama. Hal ini membuat kami lebih percaya diri untuk berkembang," ujar Rahmawati.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa skema pemberdayaan ini dirancang untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi para penerimanya.
"Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dan perluasan manfaat, sehingga dapat terus dikembangkan oleh para penerima manfaat," jelas Rusminto.
Langkah Pertamina Patra Niaga melalui Srikandi Mandiri ini juga diklaim selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya mencakup Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender serta Tujuan 8 yang berkaitan dengan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.