Komisaris Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Sorong Aman

Komisaris Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Sorong Aman
Foto: Ilustrasi Komisaris Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Sorong Aman.

Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (21/4/2026). Langkah pengawasan ini dilakukan guna menjamin pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di wilayah timur Indonesia tetap stabil.

Kunjungan lapangan tersebut menyasar SPBU COCO 81 984 01 dan agen LPG non-subsidi PT Wilis Trijaya Mandiri sebagaimana dilansir dari Money. Peninjauan dipimpin oleh Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang yang didampingi oleh Hasan Nasbi untuk melihat efektivitas pelayanan publik di sektor energi.

Hasan Nasbi memberikan penilaian positif terhadap operasional SPBU di Jalan Ahmad Yani yang terpantau tertib tanpa adanya antrean panjang. Kendati demikian, terdapat sejumlah aspek teknis yang menjadi catatan tim untuk segera dilakukan peningkatan kualitas fasilitas dan standar pelayanan.

"Secara umum sudah berjalan dengan baik, tidak ada antrean dan penyaluran BBM subsidi juga tepat sasaran. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki," ujarnya Hasan, Komisaris Pertamina.

Perbaikan yang ditekankan meliputi sarana prasarana fisik seperti pembatas toilet dan pemeliharaan tangki pendam. Hasan juga mengingatkan pentingnya penyempurnaan standar operasional prosedur demi menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen saat melakukan pengisian bahan bakar.

Terkait sektor gas, stok elpiji dipastikan berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga 15 hari mendatang. Mekanisme pengisian ulang stok juga dilaporkan berjalan konsisten sebelum cadangan di agen mengalami kekosongan.

"Insyaallah pasokan energi di wilayah ini bisa terus terpenuhi dan terjaga oleh Pertamina Patra Niaga," kata Hasan, Komisaris Pertamina.

Sementara itu, Nanik S. Deyang memberikan apresiasi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tetap tenang meski dinamika harga energi global masih terjadi. Keberhasilan program BBM Satu Harga dianggap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas di wilayah Papua.

"BBM Satu Harga saja ini sudah kerja keras, pada saat kenaikan BBM di negara lain, Indonesia masih bertahan. Pertamina benar-benar menjalankan fungsi sebagai agent of development, saya senang Pertamina memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat,ÔÇØ kata Nanik, Komisaris PT Pertamina (Persero).

Data operasional menunjukkan bahwa ketahanan stok BBM di wilayah Sorong mencapai angka 20 hari, jauh melampaui rata-rata stok di Pulau Jawa yang berkisar pada 10 hari. Perbedaan durasi stok ini merupakan strategi Pertamina untuk mengantisipasi tantangan logistik di wilayah kepulauan.

ÔÇ£Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat. Harapannya bukan hanya di Sorong, tetapi di seluruh wilayah Papua juga aman stoknya,ÔÇØ ujar Nanik, Komisaris PT Pertamina (Persero).

Artikel terkait

Rekomendasi