PT Pertamina New & Renewable Energy memperluas jaringan bisnis internasional lewat penjajakan kerja sama pengembangan sektor energi terbarukan di Bangladesh. Langkah strategis anak usaha PT Pertamina (Persero) ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada Rabu (13/5/2026), dilansir dari Industri.
Kesepakatan tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Chairman Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP) Ziaur Rahman di Grha Pertamina, Jakarta. Kerja sama ini difokuskan untuk mengeksplorasi peluang investasi proyek energi bersih, termasuk pembangkit listrik tenaga surya serta operasi dan pemeliharaan.
Pengembangan energi hijau di kancah internasional menjadi fokus utama perusahaan dalam kemitraan ini. Penjajakan komersial serta penerapan teknologi terkait energi terbarukan juga masuk dalam ruang lingkup kesepakatan.
"Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh," ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu (17/5).
Potensi penguatan portofolio internasional menjadi dampak positif lain dari perluasan ekspansi bisnis tersebut. Saat ini, Pertamina NRE tercatat telah mengelola kapasitas instalasi terpasang dalam jumlah besar di Asia Tenggara.
"Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh," ungkapnya.
Sebagai langkah tindak lanjut dari penandatanganan MoU, kedua belah pihak dijadwalkan segera melakukan studi kelayakan. Proses analisis tersebut akan mencakup penilaian mendalam dari aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, hingga risiko proyek.