Satu tiket tersisa untuk turun kasta dari kompetisi Super League musim ini masih membayangi dua klub papan bawah. Persis Solo dan Madura United menjadi dua tim yang harus saling sikut demi mengamankan posisi mereka di laga pamungkas.
Persaingan ketat tidak hanya terjadi di zona merah. Seperti dilansir dari Detik Sport, perebutan gelar juara di papan atas juga berlangsung sengit antara Persib Bandung yang memimpin dengan 78 poin dan Borneo FC di posisi kedua dengan 76 poin.
Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang atau satu poin tambahan saat bersua Persijap Jepara untuk mengunci gelar juara. Sementara itu, fokus beralih ke papan bawah tempat Persis Solo dan Madura United bertaruh nasib.
Saat ini, Madura United berada di peringkat ke-15 dengan torehan 32 poin. Laskar Sambernyawa atau Persis Solo menguntit tepat di bawahnya, yakni posisi ke-16, dengan mengantongi 31 poin.
Madura United diwajibkan meraih poin penuh saat berhadapan dengan PSM Makassar demi mengamankan tempat di Super League musim depan. Pertandingan krusial bagi Sape Kerrap ini bakal digelar di Stadion Gelora Bangkalan pada 23 Mei mendatang.
Pada waktu yang bersamaan, Persis Solo dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Persita Tangerang. Pertandingan penentu tersebut akan diselenggarakan di Banten International Stadium.
Laskar Sambernyawa tidak hanya dituntut untuk memenangkan pertandingan melawan Pendekar Cisadane. Mereka juga harus bergantung pada hasil pertandingan lain dan berharap Madura United terjungkal saat menjamu PSM Makassar.
Catatan Pertemuan Kedua Tim
Langkah Persis Solo diprediksi tidak akan mudah karena rekam jejak yang kurang berpihak. Dalam lima bentrokan terakhir kontra Persita Tangerang, Persis Solo menelan empat kali kekalahan dan hanya mampu mengemas satu kemenangan.
Di sisi lain, Madura United juga memiliki modal yang kurang meyakinkan saat bertemu Juku Eja. Berdasarkan lima pertemuan terakhir, Madura United mencatatkan dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.
Kendati demikian, Madura United berada di posisi yang lebih menguntungkan karena nasib untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia berada di tangan mereka sendiri.