Persipura Tanggapi Sanksi PSSI dan Desak Edukasi Suporter Berkelanjutan

Persipura Tanggapi Sanksi PSSI dan Desak Edukasi Suporter Berkelanjutan
Foto: Ilustrasi Persipura Tanggapi Sanksi PSSI dan Desak Edukasi Suporter Berkelanjutan.

Manajemen Persipura Jayapura memberikan tanggapan resmi terkait sanksi berat yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin PSSI. Hukuman tersebut diberikan buntut dari kerusuhan yang pecah di Stadion Lukas Enembe pada pekan lalu.

Klub asal Papua ini mendapatkan sanksi berupa larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh. Seperti dikutip dari Suara, manajemen Persipura menilai kebijakan tersebut bukanlah solusi tunggal untuk memperbaiki mentalitas para pendukung.

Pihak klub mendorong agar PSSI turut andil secara langsung dalam memberikan edukasi serta pembinaan kepada suporter. Langkah ini dinilai penting agar insiden serupa tidak terulang kembali dalam kompetisi Championship.

Manajemen Persipura tidak menampik bahwa ketidakhadiran penonton di stadion akan membawa pengaruh besar. Sanksi ini dipastikan memengaruhi atmosfer pertandingan serta identitas yang melekat pada klub.

ÔÇ£Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang,ÔÇØ tulis pernyataan resmi manajemen Persipura dikutip dari ANTARA, Kamis (21/5/2026).

Bagi manajemen, ketidakhadiran pendukung di tribun penonton akan menghilangkan nilai emosional yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari sepak bola.

ÔÇ£Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,ÔÇØ lanjut pernyataan tersebut.

Membangun Budaya Disiplin Secara Terstruktur

Program edukasi dan sosialisasi kepada suporter dinilai perlu dilakukan secara terus-menerus. Pemahaman terkait cara mendukung tim dengan bertanggung jawab, menaati aturan, dan menjaga ketertiban harus dirancang secara sistematis.

ÔÇ£Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,ÔÇØ tegas manajemen Persipura.

Usulan Pendekatan Preventif Melalui Kolaborasi

Manajemen Persipura mengharapkan adanya kerja sama nyata dengan PSSI untuk mengawasi sekaligus membina suporter. Pendekatan kolaboratif yang diusulkan mencakup pelaksanaan workshop, forum komunikasi, hingga pembinaan langsung ke komunitas akar rumput.

Upaya pencegahan ini diyakini jauh lebih efektif dalam mendewasakan suporter dibandingkan sekadar menjatuhkan sanksi disiplin.

ÔÇ£Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak ÔÇö klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan,ÔÇØ tulis mereka.

Pihak manajemen Persipura berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama. Hal tersebut bertujuan agar sepak bola di Indonesia dapat tumbuh dengan profesionalisme tinggi dan ekosistem yang lebih suportif.

Artikel terkait

Rekomendasi