Persik Kediri berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 3-2 pada laga pekan ke-31 Super League 2025-2026 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudra, Gresik, Minggu (3/5/2026) sore. Dilansir dari Bola, kekalahan ini menjadi hasil negatif kedua bagi Arema FC setelah sebelumnya takluk dari Persebaya.
Kemenangan Macan Putih dipastikan lewat dua gol Ernesto Gomez pada menit ke-8 dan ke-43, serta satu gol dari Telmo Castanheira di menit ke-28. Sementara itu, Singo Edan hanya mampu membalas melalui Dalberto Luan Belo pada menit ke-85 dan sundulan Wallison Maia pada masa tambahan waktu.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyebut performa anak asuhnya di babak pertama merupakan kelanjutan dari masalah mental pada laga sebelumnya. Organisasi tim yang rapuh membuat mereka tertinggal tiga gol tanpa balas sebelum jeda pertandingan.
"Sepertinya babak kedua dari laga klasik sebelumnya belum berakhir. Kami memasuki pertandingan ini dengan postur dan sikap yang sama seperti saat kami memasuki jeda pertandingan terakhir," ujar Marcos Santos, Pelatih Arema FC.
Sikap para pemain Arema FC baru mengalami perubahan di babak kedua setelah mendapatkan peringatan keras dari tim pelatih di ruang ganti. Hal ini diakui oleh pemain bertahan asing mereka yang menilai kesiapan mental tim sangat rendah pada awal laga.
"Jadi pemain babak pertama belum siap. Jadi pas ruang ganti untuk masuk babak kedua, coach panggil marah. Karena kalau enggak marah kami pasti malu hari ini juga," ujar Wallison Maia, Pemain Arema FC.
Hasil ini memicu kemarahan Aremania yang melakukan aksi protes dengan membakar ban dan memblokade jalan di depan kantor manajemen Arema FC di Malang. Manajemen klub menyatakan dapat memaklumi luapan emosi tersebut selama tidak terjadi perusakan fasilitas.
"Memang ada api, tapi saya kurang tahu ya, saya datang tadi sudah clear semua. Kayaknya yang dibakar ban sih, tapi enggak apa-apalah, ya wajarlah meluapkan emosi, tidak ada perusakan apa pun kok, jadi kami masih mewajarkan," tutur Munif Bagaskara Wakid, Manajer Bisnis Arema FC.
Munif menekankan bahwa suporter memiliki hak penuh untuk menuntut perbaikan performa tim mengingat pengorbanan yang telah mereka berikan. Pihak manajemen berjanji akan melakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap seluruh elemen tim.
"Tetaplah mendukung klub ini sesuai cara yang baik dan benar. Kalian berhak untuk berkeluh kesah, kalian berhak untuk marah, kami juga wajib untuk berbenah," imbuh Munif Bagaskara Wakid, Manajer Bisnis Arema FC.
Manajemen mengaku tidak menutup mata terhadap situasi sulit yang dialami klub dan menegaskan bahwa evaluasi teknis terus dilakukan setiap hari. Namun, tuntutan dari suporter kini mendesak adanya perubahan yang lebih signifikan dalam tubuh tim.
"Itu hak untuk mereka untuk menuntut tim ini, karena mereka juga sudah meluangkan segalanya mulai dari segi materi, moral, waktu, tenaga, semuanya jadi layaklah untuk menyuarakan apa yang mereka rasakan," ujar Munif Bagaskara Wakid, Manajer Bisnis Arema FC.
Kepastian evaluasi tersebut menjadi agenda utama manajemen sebelum para pemain kembali ke lapangan latihan untuk mempersiapkan laga selanjutnya.
"Tadi malam juga di locker room sudah evaluasi, besok nanti pas latihan akan evaluasi. Setiap kali kalah kami selalu evaluasi kok, kami enggak menutup mata. Tapi mungkin sekarang yang dituntut adalah evaluasinya lebih mendalam," pungkas Munif Bagaskara Wakid, Manajer Bisnis Arema FC.
Saat ini Arema FC tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 39 poin, sementara Persik Kediri naik ke peringkat ke-12 dengan koleksi 36 poin.