Persija Jakarta Gagal Juara Akibat Kekurangan Penyerang Tajam

Persija Jakarta Gagal Juara Akibat Kekurangan Penyerang Tajam
Foto: Ilustrasi Persija Jakarta Gagal Juara Akibat Kekurangan Penyerang Tajam.

Persija Jakarta dipastikan gagal menjuarai kompetisi BRI Super League 2025/2026 setelah menderita kekalahan 1-2 dari rival abadi mereka, Persib Bandung, pada pertandingan pekan ke-32. Hasil minur ini sekaligus memutus harapan skuad Macan Kemayoran untuk kembali meraih trofi kompetisi kasta tertinggi tersebut.

Kegagalan ini mendapat sorotan tajam dari pihak manajemen klub, seperti dilansir dari Suara. Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengidentifikasi masalah utama timnya musim ini yang terletak pada tumpulnya barisan lini depan akibat tidak adanya sosok penggedor mumpuni.

Kondisi tersebut dinilai menjadi pembeda besar antara skuad saat ini dengan tim bentukan masa lalu yang sukses memenangkan liga. Lini serang Persija musim ini dinilai tidak memiliki ketajaman yang konsisten dalam mengonversi peluang menjadi gol.

"Saya rasa kita tidak punya goal getter seperti zaman dahulu ada Simic. Di sini kita tidak punya goal getter," kata Ardhi Tjahjoko, Manajer Persija Jakarta.

Ketiadaan penyerang haus gol membuat aliran bola yang sudah matang dibangun dari lini belakang dan tengah sering kali terbuang sia-sia di area pertahanan lawan.

"Jadi, bola itu sudah sampai depan, untuk mencetak golnya susah," lanjut Ardhi Tjahjoko, Manajer Persija Jakarta.

Catatan statistik menunjukkan performa gabungan empat penyerang Persija musim ini, yakni Alaeddine Ajaraie, Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, dan Mauro Zijlstra, hanya menghasilkan total 18 gol. Jumlah gol kolektif tersebut sama dengan produktivitas Marko Simic seorang diri saat membawa klub menjadi juara pada musim 2018.

Kendati demikian, manajemen melihat adanya sisi positif dari aspek kualitas permainan kolektif serta komposisi materi pemain yang kompetitif sepanjang musim bergulir.

"Kalau saya rasa lebih baik dari 2018. Karena dari materi pemain, kemudian di pertandingan kita lebih banyak menang juga daripada tahun 2018," ujarnya Ardhi Tjahjoko, Manajer Persija Jakarta.

Secara matematis, raihan poin Persija Jakarta pada musim 2025/2026 sebenarnya melampaui catatan rekor musim 2018. Saat menjuarai Liga 1 2018, mereka mengumpulkan 62 poin dari hasil 18 kemenangan, delapan imbang, dan delapan kekalahan.

Sementara pada musim 2025/2026, Macan Kemayoran sukses mengemas 68 poin dari 21 kemenangan, lima hasil imbang, serta tujuh kekalahan. Namun, peningkatan performa dan poin signifikan tersebut tetap tidak mampu mengantarkan Persija Jakarta mengamankan posisi puncak klasemen hingga akhir musim.

Artikel terkait

Rekomendasi