Tim nasional sepak bola Iran telah menjadwalkan keberangkatan menuju Turki pada Senin (18/5) mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan intensif mereka melalui pemusatan latihan menjelang putaran final Piala Dunia 2026.
Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, menjelaskan bahwa agenda di Turki mencakup berbagai aspek krusial bagi timnya. Skuad berjuluk Team Melli tersebut tidak hanya akan berlatih di lapangan, tetapi juga mengurus urusan administratif yang mendesak.
Ghalenoei mengungkapkan bahwa tim akan menjalani serangkaian latihan fisik dan taktik serta beberapa pertandingan uji coba. Selain itu, pemusatan latihan ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan proses pengajuan visa sebelum tim berangkat ke Amerika Serikat.
Kota Antalya kembali dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan bagi skuad Iran kali ini. Keputusan ini didasarkan pada pengalaman positif mereka saat berlatih dan bertanding di kota yang sama pada Maret lalu.
Komposisi Skuad dan Seleksi Pemain
Dalam daftar keberangkatan menuju Turki, Amir Ghalenoei memutuskan untuk membawa sebanyak 30 pemain pilihan. Namun, jumlah tersebut nantinya akan dikurangi demi mematuhi regulasi resmi turnamen.
Berdasarkan aturan FIFA untuk Piala Dunia, setiap tim hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 26 pemain. Oleh karena itu, persaingan di dalam internal tim diprediksi akan berlangsung sangat ketat.
Salah satu sosok senior yang masih dipercaya mengisi lini depan adalah Mehdi Taremi. Mantan penyerang andalan FC Porto tersebut saat ini tengah melanjutkan karier profesionalnya bersama klub Yunani, Olympiacos.
Ghalenoei mengakui bahwa menentukan nama-nama yang masuk dalam daftar akhir bukanlah perkara mudah. Ia menyebut proses penyaringan ini sebagai tantangan tersulit yang pernah ia hadapi selama berkarier sebagai pelatih.
Daftar pemain yang dibawa didasarkan pada pertimbangan teknis berikut:
- Kriteria performa fisik pemain selama musim kompetisi berjalan.
- Kecocokan pemain dengan skema taktik yang akan diterapkan di Amerika Serikat.
- Kedisiplinan serta kontribusi pemain dalam pertandingan internasional sebelumnya.
Penjelasan di atas menegaskan bahwa Ghalenoei tidak ingin berkompromi dalam memilih pemain. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil murni didasarkan pada kriteria teknis yang objektif.
Agenda Uji Coba dan Tantangan Diplomatik
Selama berada di Antalya, timnas Iran menargetkan untuk bisa menggelar setidaknya dua laga uji coba. Pertandingan ini penting untuk mengukur kesiapan mental dan kerja sama tim sebelum ajang sesungguhnya dimulai.
Satu lawan yang sudah dipastikan adalah tim nasional Gambia, yang dijadwalkan bertanding pada 29 Mei mendatang. Kepastian mengenai jadwal pertandingan ini dikonfirmasi oleh Sam Mehdizadeh selaku penyelenggara pertandingan.
Mehdizadeh, yang merupakan warga Iran-Kanada, memimpin perusahaan yang bertanggung jawab atas urusan logistik laga uji coba tersebut. Keberadaan lawan uji coba yang berkualitas sangat diharapkan untuk mematangkan strategi pelatih.
Selain urusan teknis sepak bola, masalah administratif menjadi perhatian serius federasi Iran di Turki. Hal ini berkaitan erat dengan proses permohonan visa untuk masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Sebagaimana diketahui, hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat telah terputus sejak tahun 1980. Kondisi ini membuat proses birokrasi bagi para atlet menjadi lebih rumit dan memakan waktu.
Ringkasan status persiapan administratif timnas Iran:
| Kebutuhan Persiapan | Status / Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Latihan | Antalya, Turki (Sesi Kedua) |
| Jumlah Pemain | 30 Orang (Akan dipangkas menjadi 26) |
| Lawan Uji Coba | Gambia (29 Mei 2026) |
| Status Visa AS | Dalam proses (Pengambilan sidik jari di Turki) |
Tabel tersebut merangkum poin-poin utama yang menjadi fokus utama tim selama berada di luar negeri. Pihak federasi terus mengupayakan agar urusan dokumen tidak mengganggu fokus para pemain di lapangan.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada visa yang diterbitkan. Situasi ini menuntut para pemain untuk mengikuti prosedur tambahan seperti pengambilan sidik jari di Turki.
Taj berharap proses ini bisa dilakukan dengan efisien tanpa mengharuskan tim berpindah lokasi terlalu jauh. Pihak tim menginginkan agar prosedur administrasi bisa diselesaikan tanpa harus menempuh perjalanan 450 kilometer menuju Ankara.
Di level internasional, Mehdi Taj juga berencana menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara langsung. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari jaminan keamanan dan kepastian posisi skuad Iran di tengah tensi politik dunia.
Upaya diplomasi sepak bola ini juga melibatkan Federasi Sepak Bola Turki demi kelancaran agenda tim. Delegasi Iran telah bertemu dengan Ibrahim Ethem Haciosmanoglu dan Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, di Istanbul.
Pihak Turki menyatakan melalui media sosial bahwa mereka memberikan dukungan penuh dalam mengevaluasi persiapan Iran. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan transisi tim dari Turki menuju Amerika Serikat berjalan mulus.
Setelah seluruh urusan di Turki selesai, tim akan terbang ke Amerika Serikat dan bermarkas di Tucson, Arizona. Kota ini akan menjadi pusat kegiatan latihan mereka sepanjang keikutsertaan di turnamen tersebut.
Perjalanan Iran di fase grup dipastikan akan sangat menantang bagi Mehdi Taremi dan rekan-rekannya. Mereka dijadwalkan melakoni laga pembuka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.
Setelah itu, Iran akan tetap berada di Los Angeles untuk menghadapi tim kuat Eropa, Belgia. Sebagai penutup babak penyisihan di Grup G, mereka akan terbang ke Seattle untuk menantang tim nasional Mesir.