Pola konsumsi masyarakat selama periode Ramadan 2026 mengalami transformasi signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat kini tidak hanya memprioritaskan kebutuhan pokok dan busana Muslim, tetapi juga mulai melirik produk penunjang gaya hidup.
Dikutip dari Money, data internal Blibli menunjukkan adanya pertumbuhan transaksi yang masif pada berbagai kategori. Produk kebutuhan harian atau groceries seperti sirup dan camilan mencatatkan kenaikan hampir empat kali lipat dibandingkan rata-rata harian bulan sebelumnya.
Sektor fesyen Muslim tetap menunjukkan performa kuat dengan peningkatan hampir tiga kali lipat. Namun, kejutan terbesar muncul dari kategori non-esensial yang mengalami lonjakan permintaan sangat tajam selama momentum Ramadan tahun ini.
Peralatan olahraga, khususnya untuk cabang tenis dan padel, mencatatkan salah satu pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan lebih dari lima kali lipat. Fenomena ini menandakan kesadaran kesehatan yang tetap tinggi di tengah bulan puasa.
Selain itu, peranti elektronik rumah tangga juga menjadi incaran utama konsumen. Produk seperti TV LED, mesin cuci, microwave, AC, kulkas, hingga rice cooker mengalami pertumbuhan transaksi mencapai hampir dua kali lipat.
Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, menjelaskan bahwa terdapat perubahan motivasi yang mendasari perilaku belanja tersebut. Menurutnya, konsumen saat ini cenderung memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbarui kualitas hidup mereka.
"Yang kami lihat bukan hanya peningkatan transaksi, tetapi juga adanya pergeseran motivasi belanja. Konsumen tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan Ramadan, tetapi juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upgrade dalam gaya hidup mereka," ujar Indra.
Karakter Konsumen yang Semakin Rasional
Munculnya tren belanja baru ini terjadi di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Meskipun inflasi tetap terkendali dan kepercayaan masyarakat optimistis, pemulihan daya beli dinilai belum sepenuhnya merata di semua lapisan.
Laporan Jakpat Consumer Commerce Outlook 2026 menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia bertransformasi menjadi pembeli yang rasional (rational shopper). Mereka lebih aktif membandingkan harga serta mencari nilai manfaat terbaik dari setiap transaksi yang dilakukan.
Data demografi menunjukkan kelompok usia 25 hingga 44 tahun menjadi motor utama transaksi Ramadan 2026. Dari sisi gender, komposisi pembeli relatif seimbang dengan rincian 54 persen pria dan 46 persen perempuan.
Sistem pembayaran virtual account menjadi metode yang paling banyak digunakan, disusul oleh kartu kredit dan dompet digital. Hal ini mencerminkan adopsi teknologi finansial yang semakin matang di masyarakat.
Ketahanan Konsumsi Pasca-Lebaran
Aktivitas belanja dilaporkan tidak berhenti seketika setelah Idul Fitri berakhir. Banyak konsumen tetap melakukan transaksi untuk memanfaatkan promo lanjutan atau merealisasikan rencana pembelian barang yang sempat tertunda sebelumnya.
Analisis dari Mandiri Institute mengonfirmasi bahwa ketahanan konsumsi masyarakat sepanjang Ramadan hingga Lebaran 2026 bahkan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada dua tahun lalu. Kelompok menengah menjadi faktor kunci di balik akselerasi ini.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, memberikan penekanan pada peran kelompok masyarakat tersebut. Ia menilai kontribusi mereka sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui aktivitas belanja.
"Kelompok menengah menjadi penggerak utama akselerasi belanja," ujar Andry.
Di sisi lain, kesuksesan promosi digital seperti periode double day 3.3 juga ikut memengaruhi pola belanja. Momentum diskon besar-besaran kini menjadi faktor penentu konsumsi selain tradisi tahunan menjelang hari raya.
Indra Perdana menambahkan bahwa fase setelah Lebaran tetap menjadi periode yang dinamis bagi ekosistem perdagangan. Konsumen tetap aktif berbelanja, namun dengan pendekatan yang jauh lebih terukur dan selektif.
"Pasca-Lebaran masih menjadi periode yang aktif. Konsumen tetap berbelanja, tapi dengan pilihan yang lebih selektif dan fokus pada apa yang benar-benar mereka butuhkan," kata Indra.